UNAIR NEWS – Dedikasi tinggi pada isu sosial dan kemanusiaan melambungkan nama Bani Bacan Hacantya Yudanagara SPsi MSi sebagai sosok pilar inspirasi. Alumnus berprestasi Magister Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2018 ini dikenal memiliki komitmen yang tak tergoyahkan. Kini, ia mengabdikan kepakarannya sebagai dosen sekaligus peneliti di Fakultas Psikologi (FPsi) UNAIR. Perjalanan karirnya menjadi bukti nyata bahwa prestasi akademik mampu beriringan dengan aksi kemanusiaan di lapangan.
Capaian Prestasi hingga Kancah Internasional
Rekam jejak akademisi muda ini telah menjadi pemantik motivasi bagi sivitas akademika UNAIR. Bani tercatat sebagai wisudawan terbaik Magister Psikologi pada 2020 dan menyabet predikat Dosen Pengabdian Masyarakat Terinovatif pada Dies Natalis FPsi 2024. Prestasi tersebut menjadi pijakan kuat baginya untuk merambah dunia pendidikan global.
“Pencapaian ini saya maknai sebagai amanah besar untuk membawa dampak positif yang lebih luas. Dampaknya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di level internasional,” ujar Bani saat merefleksikan perjalanannya.
Pengaruh positifnya pun diakui dunia melalui terpilihnya Bani sebagai delegasi Indonesia dalam Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2025. Kebanggaannya kian lengkap setelah ia berhasil mengamankan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi doktoral (S-3) di Monash University, Australia, pada Juni 2026.
Advokasi Kelompok Marginal dan Aksi Nyata
Fokus utama Bani terletak pada kesehatan mental komunitas, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan. Riset-risetnya mendalami pengembangan pemuda positif (positive youth development), pemberdayaan perempuan, hingga isu kesetaraan gender. Ia bahkan menaruh perhatian khusus pada beban psikososial penyintas kusta akibat diskriminasi.
Mengenai fokus risetnya, Bani menegaskan, “Saya ingin memastikan bahwa kelompok rentan tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi mereka harus berdaya dan mendapatkan hak kesejahteraan mental yang setara melalui intervensi komunitas yang tepat.”
Pengalaman Bani di lapangan memang tidak perlu diragukan. Ia pernah mengabdi sebagai Program Officer Gerakan Indonesia Mengajar (2014-2016), Pemerhati Kesehatan Pencerah Nusantara di bawah Kantor Utusan Khusus Presiden RI (2013-2014), hingga memimpin Gerakan Melukis Harapan untuk memulihkan kawasan eks-prostitusi di Surabaya (2016-2018).
Implementasi SDGs dan Kesejahteraan Sosial
Kepedulian Bani terhadap ketimpangan sosial merupakan bentuk nyata kontribusi lulusan UNAIR dalam menghadirkan solusi konkret. Inisiatifnya selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 terkait kesehatan dan kesejahteraan yang baik, serta poin ke-5 mengenai kesetaraan gender.
“Upaya kolektif dalam memberikan pendampingan psikologis bagi kelompok rentan adalah kunci untuk menciptakan keadilan sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





