Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-Being, mahasiswa BBK 7 UNAIR melaksanakan program Srowo Anti Jentik (SAJ) di Desa Srowo. Program ini berfokus pada upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengendalian jentik nyamuk, khususnya di lingkungan fasilitas umum yang memiliki intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi.
Program SAJ dilaksanakan melalui kolaborasi dan pendampingan langsung bersama kader Jumantik Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik sebagai mitra utama. Keterlibatan kader Jumantik menjadi langkah strategis untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur serta memberikan edukasi yang tepat dan berkelanjutan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya melakukan pembagian ABATE, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai fungsi, dosis, serta tata cara penggunaan ABATE yang aman dan efektif dalam mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Januari 2026, dengan menyasar sejumlah titik strategis di Desa Srowo. Lokasi kegiatan meliputi mushola dan masjid, MI Al Furqon, TK Al Furqon, PAUD SPS Kecubung, serta beberapa TPQ yang berada di lingkungan desa. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa tempat-tempat tersebut merupakan fasilitas umum yang sering digunakan masyarakat, termasuk anak-anak, sehingga memiliki potensi lebih besar menjadi lokasi genangan air apabila tidak dikelola dengan baik.
Melalui edukasi yang disampaikan secara langsung kepada pengurus mushola, masjid, dan lembaga pendidikan, diharapkan pengelola fasilitas umum dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan langkah pencegahan DBD secara mandiri. Edukasi ini juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan berkala terhadap tempat penampungan air dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya pemberantasan sarang nyamuk.
Program SAJ tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai bagian dari kualitas hidup yang lebih baik. Dengan adanya pendampingan kader Jumantik, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat Desa Srowo.
Melalui program Srowo Anti Jentik, mahasiswa BBK 7 UNAIR berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDGs 3, khususnya dalam mencegah penyakit menular dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program ini menjadi contoh sinergi antara mahasiswa, kader kesehatan desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Penulis : Mahasiswa BBK 7 UNAIR DESA SROWO, KEC SIDAYU, KAB GRESIK





