Universitas Airlangga Official Website

BEM FEB UNAIR Bagikan Tips Hindari Praktik Greenwashing

Akmal Abudiman dan Wika Harisa Putri memaparkan materi terkait greenwashing pada Webinar UNAIR National Accounting Competition (UNAC) melalui Zoom Meeting. (Dokumentasi: Putri Andini)
Akmal Abudiman dan Wika Harisa Putri memaparkan materi terkait greenwashing pada Webinar UNAIR National Accounting Competition (UNAC) melalui Zoom Meeting. (Dokumentasi: Putri Andini)

UNAIR NEWS – Isu keberlanjutan dan praktik greenwashing menjadi salah satu tantangan penting di bidang ekonomi. Menanggapi hal tersebut, BEM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Webinar UNAIR National Accounting Competition (UNAC) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (14/9/2025).

Webinar itu mengusung tema Behind The Number: Membedah Praktek Greenwashing di Balik Laporan Keuangan. Kegiatan itu menghadirkan Akmal Abudiman, Certified Sustainability Practitioner and Assurer, serta Wika Harisa Putri, Academics and Researchers of Sustainability. Keduanya memiliki pengalaman luas di bidang ekonomi.

Akmal memaparkan bahwa praktik greenwashing semakin marak di tengah isu produk berkelanjutan. “Greenwashing itu praktik dari perusahaan atau organisasi untuk memberikan kesan bahwa produk mereka ramah lingkungan, padahal kenyataannya tidak demikian. Greenwashing inilah yang menjadi tantangan baru bagi investor dan juga perusahaan” jelasnya.

Lebih lanjut, Akmal menyebut bahwa greenwashing merupakan “dosa besar” yang kerap dilakukan instansi maupun perorangan. “Praktik greenwashing memiliki tujuh kesalahan, yakni pengabaian terhadap lingkungan, klaim tanpa bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, klaim yang terlalu ambigu, klaim yang tidak relevan dengan produk, klaim menggunakan perbandingan yang tidak seimbang, serta penggunaan label palsu,” terangnya.

Sementara itu, Wika menjelaskan setidaknya terdapat tiga poin utama untuk menghindari ataupun mengurangi praktik greenwashing. “Tiga hal penting yang menurut saya harus dilakukan, yakni kelincahan untuk belajar, tidak gagap teknologi, serta kemampuan bekerja, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari tim,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Akmal juga menekankan pentingnya rasa ingin tahu ketika memulai terjun di perusahaan. “Kalau kita berbicara tentang kemampuan, tren keberlanjutan sangat dinamis. Kita meleng sedikit saja sudah ketinggalan banyak hal. Jadi, silakan terus update informasi yang ada. Di akuntansi, juga penting untuk melek isu emisi karena sangat erat kaitannya dengan keberlanjutan,” terangnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia