Universitas Airlangga Official Website

BEM UNAIR Hadirkan Injeksi PMK Gratis untuk Ternak

Mahasiswa FKH UNAIR bersama petugas kesehatan hewan memberikan layanan kesehatan ternak berupa injeksi vitamin dan vaksinasi PMK kepada sapi milik warga Desa Cepokolimo (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Gerbang Desa (GERDES) Jilid XI menyelenggarakan kegiatan Injeksi Hewan Ternak Gratis pada Rabu (6/8/2026) di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini terselenggara sebagai upaya meningkatkan kesehatan ternak masyarakat melalui pemberian vitamin, obat cacing, dan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak besar.

Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Dinas Pertanian, mantri hewan Desa Cepokolimo Kabupaten Mojokerto Sub Bidang Peternakan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR). Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung kesehatan hewan ternak sekaligus kesejahteraan peternak.

Kesehatan ternak menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang produktivitas peternakan masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada langkah pencegahan melalui pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak, obat cacing untuk mengurangi risiko infeksi parasit, serta vaksinasi PMK sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit menular yang dapat berdampak pada produktivitas hewan.

Kolaborasi mahasiswa GERDES XI BEM UNAIR, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, dan mantri hewan Desa Cepokolimo dalam kegiatan pelayanan kesehatan ternak bagi masyarakat (Foto: Istimewa)

Selain mendapatkan pelayanan kesehatan, peternak juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, kualitas pakan, serta pemantauan kondisi kesehatan ternak secara berkala. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan hewan ternak yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat sekaligus belajar memahami kondisi peternakan di tingkat desa. Mahasiswa FKH UNAIR turut mendampingi proses pelayanan kesehatan hewan bersama petugas yang berpengalaman di bidang peternakan.

Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kesan yang positif. Menurut perwakilan Dinas Pertanian, mahasiswa menunjukkan sikap yang sopan, ramah, kompak, serta responsif dalam membantu peternak maupun petugas selama kegiatan berlangsung. Dinas Pertanian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi peternak mengenai langkah-langkah penting dalam menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit.

“Agar peternak selalu menerapkan biosekuriti untuk mencegah penularan penyakit, melaporkan kepada petugas jika menemui gejala penyakit pada ternak, memberikan pakan yang baik dan memelihara kebersihan kandang dan lingkungan serta rutin mendapatkan vaksinasi terutama vaksin PMK,” ujar perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.

Dinas Pertanian juga berharap kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan sektor peternakan sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang peduli terhadap masyarakat.

Peternak juga mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit pada ternak. Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto mengimbau peternak untuk selalu menerapkan biosekuriti guna mencegah penyebaran penyakit.

Peternak juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya. Di samping itu, pemberian pakan yang baik, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengikuti program vaksinasi secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ternak dalam jangka panjang.

Pelaksanaan Injeksi Hewan Ternak Gratis dalam rangka GERDES Jilid XI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini sejalan dengan SDGs Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui upaya menjaga produktivitas peternakan yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui pencegahan penyakit pada hewan ternak yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara BEM UNAIR, mahasiswa FKH UNAIR, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, mantri hewan, dan peternak juga mencerminkan implementasi SDGs Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan pentingnya kemitraan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, BEM UNAIR berharap kesehatan ternak masyarakat Desa Cepokolimo dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung produktivitas peternakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak di masa mendatang.

Penulis: Nasywaa Mardhiyah Indrayani