UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program kerja Gerakan Bangun Desa (GERDES) Jilid XI menggelar kegiatan AKSARA (Aktualisasi Keterampilan Siswa melalui Aktivitas Literasi) di SDN Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya literasi siswa melalui mendongeng interaktif, permainan edukatif, serta simulasi peminjaman buku di perpustakaan sekolah.
Mendongeng Interaktif Bangun Antusiasme Siswa
AKSARA merupakan salah satu program dalam GERDES Jilid XI yang terselenggara oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR. Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 3 dan 4 mengikuti sesi mendongeng yang dipadukan dengan roleplay, permainan, serta tanya jawab untuk mengukur pemahaman mereka terhadap isi cerita. Sementara itu, siswa kelas 5 dan 6 mengikuti simulasi peminjaman buku di perpustakaan sekolah yang dilanjutkan dengan penugasan membuat rangkuman dari buku yang dipinjam.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak menyimak cerita dengan saksama, berebut kesempatan mengikuti roleplay, serta berlomba menjawab pertanyaan dari mahasiswa. Kegiatan tersebut menciptakan suasana belajar yang interaktif sekaligus menyenangkan.

Selain mendampingi siswa, tim Gerdes XI juga menata ulang koleksi perpustakaan agar proses pencarian dan peminjaman buku menjadi lebih mudah. Penataan tersebut mendukung simulasi peminjaman buku sekaligus mendorong siswa untuk lebih akrab memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar.
Sekolah Sambut Positif Program Literasi
Guru kelas 4 SDN Cepokolimo, Lina Budiarti, menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki jadwal literasi setiap pagi. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan pendampingan guru karena sebagian besar siswa belum terbiasa membaca secara mandiri. Menurutnya, pemanfaatan perpustakaan juga belum optimal akibat belum adanya jadwal kunjungan rutin setiap kelas serta keterbatasan koleksi buku yang sudah lama tidak diperbarui.
Lina menilai metode mendongeng interaktif mampu melatih siswa untuk mendengarkan, memahami, dan menyampaikan kembali isi cerita, baik secara lisan maupun tertulis. “Kita senang sekali ada bantuan dari kakak-kakak ini. Programnya sudah sangat mendukung kita. Sudah kreatif dan inovatif supaya anak-anak minat bacanya bertambah”, ujarnya.
Salah seorang peserta, Wulan, siswi kelas 4, mengaku menikmati kegiatan tersebut. Meski tidak terlalu menyukai membaca sebelumnya, ia merasa mendongeng menjadi lebih menarik karena melibatkan gerakan dan interaksi secara langsung. “Kegiatannya menarik karena bisa mempraktikkan peran yang dimainkan”, ungkapnya.
Dukung SDGs melalui Kolaborasi Pendidikan
Melalui AKSARA, BEM UNAIR berharap pendekatan literasi yang menyenangkan dapat meningkatkan minat baca siswa sekaligus mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian dari proses belajar sehari-hari. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kemampuan literasi dasar, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara UNAIR dan SDN Cepokolimo dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa.
Penulis: Ni Made Pradnya Naraswari
Editor: Yulia Rohmawati





