Universitas Airlangga Official Website

Perkuat Ekonomi dan Layanan Kesehatan, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Perkuat SMART Posyandu Prafi

Alat quantum analyzer sebagai bagian dari kegiatan pemantauan kondisi kesehatan warga. (Foto: Istimewa)
Alat quantum analyzer sebagai bagian dari kegiatan pemantauan kondisi kesehatan warga. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) terus memperkuat peran kader SMART Posyandu di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat. Melalui program Kader Posyandu Berdaya: Peningkatan Ekonomi Keluarga Kader, tim menghadirkan sejumlah peralatan untuk mendukung pengembangan produk lokal dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Program yang dipimpin Dr Muthmainnah SKM MKes tersebut menempatkan kader sebagai penggerak kegiatan Posyandu sekaligus bagian dari pengembangan potensi ekonomi keluarga. Karena itu, tim menghadirkan peralatan untuk mendukung dua kebutuhan yang berjalan beriringan, yakni produksi pangan lokal dan pemantauan kesehatan warga.

Pada sisi pengembangan ekonomi, kader SMART Posyandu Prafi memperoleh sejumlah peralatan produksi, seperti vacuum sealer, spinner, steamer, dan automatic slicer untuk keripik. Peralatan tersebut membantu kader mempercepat proses produksi dan menghasilkan produk dengan ukuran dan kemasan yang lebih seragam.

Automatic slicer membantu menghasilkan irisan pisang, singkong, dan umbi-umbian dengan ketebalan yang lebih konsisten. Setelah proses penggorengan, spinner membantu mengurangi minyak pada produk, sedangkan steamer mendukung proses pengukusan bahan. Vacuum sealer kemudian membantu menjaga kemasan produk tetap rapat.

Muthmainnah menjelaskan bahwa kader perlu meningkatkan keterampilan agar mampu memanfaatkan peralatan secara optimal. Proses produksi juga membutuhkan pencatatan bahan dan tahapan pengolahan, perhitungan biaya, pemilihan kemasan, serta pengujian untuk menentukan masa simpan produk.

“Pendampingan tersebut harapannya dapat membantu kader mengembangkan produk berbahan lokal secara lebih teratur sehingga berpeluang menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Dr Muthmainnah SKM MKes bersama kader SMART Posyandu Prafi saat penyerahan peralatan pendukung kegiatan Posyandu. (Foto: Istimewa)

Peralatan baru juga mendukung fungsi SMART Posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kader memperoleh timbangan analisis komposisi tubuh dan quantum analyzer (alat skrining kesehatan non-invasif) sebagai bagian dari perangkat yang dapat membantu proses pemantauan kondisi kesehatan warga.

Timbangan analisis komposisi tubuh dapat memberikan informasi mengenai berat badan dan sejumlah indikator komposisi tubuh sesuai kemampuan perangkat. Sementara itu, kader perlu memahami batas penggunaan quantum analyzer serta konteks hasil pengukurannya. Hasil dari perangkat tersebut tidak menggantikan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis.

Muthmainnah menegaskan bahwa pengadaan peralatan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas kader, baik dalam pengoperasian maupun perawatan alat.

“Yang ingin kami bangun bukan semata-mata hanya peralatan. Kader perlu bisa mengoperasikannya, membersihkannya, mencatat hasil pekerjaan, dan tahu kapan harus meminta bantuan tenaga kesehatan. Produk lokal bisa berkembang, sementara pelayanan Posyandu tetap mengutamakan keselamatan warga,” tuturnya.

Ke depan, TEP UNAIR akan melanjutkan pendampingan melalui pelatihan penggunaan dan perawatan alat, penyusunan SOP produksi, pencatatan kegiatan, serta pendampingan pengemasan dan pemasaran produk. Koordinasi dengan Puskesmas Prafi juga diperkuat untuk memastikan pemanfaatan peralatan kesehatan tetap berada dalam koridor pelayanan yang tepat.

Upaya ini mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) SDGs 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia