BEM Vokasi UNAIR Edukasi Kesehatan dan Pergaulan Sehat di SD Budi Dharma

29 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sekolah Rakyat 2026 pada Sabtu (17/10/2026) di SD Budi Dharma, Jalan Pulo Wonokromo No. 241, Wonokromo, Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi siswa sekolah dasar melalui materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi kali ini menghadirkan dua materi yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas 1–3 mendapatkan edukasi mengenai kesehatan gigi, sedangkan siswa kelas 4–6 diajak memahami pergaulan yang sehat dan risiko pacaran. Kedua materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjaga diri dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Bagi siswa kelas 1–3, edukasi kesehatan gigi mencakup pengenalan jenis gigi beserta fungsinya, penyebab sakit gigi, serta cara menggosok gigi yang benar. Pengetahuan tersebut tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga diterapkan lewat praktik menggosok gigi bersama. Dengan menggunakan sikat gigi, pasta gigi, dan gelas, siswa berlatih menjaga kebersihan gigi dengan pendampingan panitia serta pengawasan guru. Sementara itu, sosialisasi bagi siswa kelas 4–6 menekankan pentingnya mengenali hubungan yang sehat dan memahami batasan diri. Siswa diajak membedakan pertemanan yang sehat dan tidak sehat, memahami dampak pacaran terhadap kehidupan sehari-hari, serta menghargai privasi dan persetujuan orang lain. Materi juga mencakup pengenalan bentuk kekerasan dan pelecehan, termasuk di dunia digital, serta langkah “Tidak, Pergi, Cerita” ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

Siswa juga dibekali pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan dan pelecehan, termasuk ancaman di dunia digital. Prinsip “Tidak, Pergi, Cerita” diperkenalkan sebagai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman. Selain itu, siswa diingatkan bahwa mereka berhak menolak perlakuan yang tidak diinginkan dan mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya. Materi tersebut dikemas secara interaktif melalui permainan “Berdiri atau Duduk?”, yang mengajak siswa menentukan sikap terhadap sejumlah pernyataan dan mengemukakan alasannya.

Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya merawat kesehatan diri dan membangun pergaulan yang sehat. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam menjaga batasan diri, menghargai orang lain, serta mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.

Penulis: Karista Descha

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top