Universitas Airlangga Official Website

Benzoxazinone sebagai Kandidat Antiplatelet Baru

Ilustrasi Antiplatelet (*)

Selama beberapa dekade terakhir ini penyakit aterosklerosis masih meresahkan di seluruh dunia. Platelet sebagai salah satu komponen vital dalam pembekuan darah, memiliki peranan yang krusial dalam kekambuhan penyakit aterosklerosis. Agregasi platelet yang tidak terkontrol menyebabkan terjadinya blokade pembuluh darah, sehingga menyebabkan aterosklerosis. Dengan demikian, senyawa antiplatelet seperti aspirin menjadi pilihan dalam penanganan aterosklerosis. Sayangnya, studi terhadap 10,729 pasien menunjukkan bahwa terjadi resistensi penggunaan aspirin pada penderita aterosklerosis. Penelitian yang lebih mendalam membuktikan bahwa pada pengguna aspirin ditemukan ekspresi dari multidrug resistance protein 4 (MRP4) pada platelet yang memompa aspirin keluar dari platelet. Kurangnya penghambatan trombosit yang optimal menyebabkan penekanan pembentukan tromboksan tidak tuntas, sehingga berisiko meningkatkan gangguan kardiovaskular. Hal inilah yang mendorong para peneliti untuk mengembangkan senyawa alternatif pengganti aspirin.

Gambar Interaksi Senyawa 2-Phenyl-3,1-Benzoxazine-4-One (BZ1) padaRongga 3 Protein 1U67 pada Struktur Sekunder (diambil dari Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics https://doi.org/10.1177/0976500X241305440)
Di sisi lain, selama beberapa tahun terakhir menjadi senyawa yang menarik untuk dikembangkan sebagai antiplatelet baru. Penelitian yang dilakukan oleh Nofianti dkk bertujuan untuk mengevaluasi potensi benzoxazinone dan turunannya sebagai anti platelet baru baik secara in vivo dan in silico. Interaksi benzoxazinone dan turunannya terhadap enzim siklooksigenase dievaluasi menggunakan program komputer Molegro Virtual Docker. Adapun sifat farmakokinetikanya diprediksi menggunakan pkcsm online. Untuk dapat melakukan uji in vivo, terlebih dahuu dilakukan sintesis senyawa melalui reaksi substitusi asil nukleofilik. Setelah dilakukan pemurnian dan konfirmasi struktur, dilakukan uji in vivo pada mencit yaitu uji bleeding time dan clotting time, dengan menggunakan 3 dosis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa uji sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai anti platelet baru.

Laporan lengkap tentang penelitian ini dapat dibaca di Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics, Benzoxazinone Derivatives as Antiplatelet: Synthesis, Molecular Docking, and Bleeding Time Evaluation https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0976500X241305440