Biaya Iklan Politik Lebih Rp 207 Triliun

94 Views•4 minutes read

Untuk sementara marilah kita melupakan persoalan politik dalam negeri seperti kasus ijazahnya Mas Gibran dan kasus -kasus korupsi. Kita menengok sebentar ke negeri Paman Sam yang akan menyelenggarakan pemilihan paruh waktu (midterm) di bulan Nopember 2026 nanti. Menarik untuk pengetahuan kita tentang berapa biaya iklan kedua partai politik – Republik dan Demokrat.

Media Amerika Serikat maupun media internasional memberitakan bahwa pengeluaran iklan politik untuk pemilihan paruh waktu AS 2026 diproyeksikan mencapai rekor sebesar $11,6 miliar atau kalau kita rupiahkan bernilai sekitar Rp207,67 triliun (Rp207.666.680.000.000) berdasarkan kurs tukar saat ini sekitar Rp17.902 per dolar AS.

Perusahaan pelacakan media dan intelijen iklan seperti AdImpact telah mendokumentasikan secara luas lonjakan tertinggi ini. Jaringan berita global utama, termasuk Al Jazeera, telah melaporkan tentang meningkatnya biaya dan iklim politik yang intens seputar siklus pemilu paruh waktu ini.

Pengeluaran sebesar itu merupakan rekor tertinggi dari sebelumnya. Proyeksi $11,6 miliar menandai siklus pemilu paruh waktu termahal dalam sejarah AS. Proyeksi ini melampaui $8,9 miliar yang dibelanjakan selama pemilu paruh waktu 2022 dan bahkan melampaui $11,2 miliar yang dibelanjakan selama siklus pemilihan presiden 2024.  

Kalau kita bertanya ke mana uang sebesar itu mengalir?, diberitakan bahwa pemilihan Senat AS yang berisiko tinggi—terutama di negara bagian seperti Ohio dan Texas—menguasai porsi terbesar dari anggaran, dengan miliaran dana dialokasikan untuk TV siaran, TV streaming terhubung (CTV), dan platform digital.

Lalu kalau kita ingin tahu soal sumber pendanaan, disebutkan bahwa total pengeluran  yang belum pernah terjadi sebelumnya sangat didorong oleh arus besar dana dari super PAC dan kelompok “dark money”, yang diizinkan mengumpulkan dan menghabiskan dana tanpa batas. (Political Action Committee atau PAC tersebut merupakan sebuah organisasi di Amerika Serikat yang mengumpulkan dana dari orang atau kelompok untuk membantu mendanai kampanye politik yang mendukung atau menentang suatu calon atau kandidat.

Di Ohio misalnya, di mana calon dari partai Demokrat Sherrod Brown menghadapi Senator Republik Jon Husted dan persaingan gubernur sangat kompetitif, pengeluaran kini diperkirakan mencapai $749 juta, meningkat sebesar $309 juta dari perkiraan sebelumnya. Kenaikan terbesar berikutnya terjadi di Texas, di mana pengeluaran yang diproyeksikan naik sebesar $288 juta menjadi $850 juta, dan di Maine, di mana pengeluaran  iklan kini diperkirakan mencapai $491 juta, naik sebesar $185 juta.

Jaksa Agung Texas Ken Paxton menyingkirkan Senator AS John Cornyn yang telah menjalani empat periode bulan lalu dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik yang mahal dan kini menghadapi anggota DPR negara bagian Demokrat James Talarico dalam apa yang bisa menjadi salah satu perlombaan termahal dalam sejarah.

Di Maine, pendatang baru dari Partai Demokrat Graham Platner, yang menghadapi sorotan atas postingan online,  tato terkait  Nazi, dan tuduhan mengirim pesan teks eksplisit kepada perempuan, diperkirakan akan menantang Senator Republik petahana Susan Collins dalam perlombaan yang juga kemungkinan akan mahal.

Kalau kita iseng ingin mengetahui uang iklan politik di Amerika Serikat yang sebesar Rp 207 triliun lebih itu bisa untuk apa saja di Indonesia. Sumber dari AI menjelaskan uang sebesar itu bisa untuk membangun sekitar 207 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) skala besar bertaraf nasional (asumsi biaya pembangunan Rp1 triliun per rumah sakit modern beserta alatnya). Bisa untuk subsidi layanan kesehatan – mendanai suntikan dana operasional untuk BPJS Kesehatan selama lebih dari 10 tahun berturut-turut (berkaca dari suntikan dana pemerintah sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan).

Uang untuk iklan politik di AS itu bisa juga untuk membangun atau mendirikan gedung sekolah sebanyak sekitar 69.000 gedung sekolah baru terintegrasi (asumsi biaya Rp3 miliar per sekolah); Bisa membeli sekitar 1.150.000 unit rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (asumsi harga per rumah Rp180 juta); dan bisa memborong sekitar 517.500 unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 (asumsi harga Rp400 juta per unit).

Tapi orang – orang Amerika Serikat tidak mengetahui bahwa biaya iklan politik yang mahal sebesar lebih Rp 207 trilliun itu kalah dengan rekor kasus korupsi dengan perkiraan kerugian negara paling tinggi di Indonesia yaitu skandal tata kelola migas/pertamina yang diperkirakan mencapai Rp 968,5 triliun (periode 2018–2023); kasus korupsi di PT. Timah yang mencapai sekitar Rp 300 trliun.

Hanya saja soal jumlah kerugian akibat korupsi tersebut, kita tidak boleh membanggakan diri.

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top