UNAIR NEWS – Sampai hari ini, idealisme dan komersialisme atau ‘yang personal’ dan ‘yang popular’ sering dibicarakan sebagai dua hal yang bertentangan. Mitos pertentangan antara dua hal tersebut juga masih kerap didengar dalam konteks produksi hingga distribusi film.
Angga Dwimas Sasongko dikenal sebagai sutradara dan produser film, membuktikan bahwa film personal juga mampu popular di khalayak. Kali ini, Bioskop Online (bagian dari Visinema Group) bekerja sama dengan Departemen Ilmu Komunukasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, menggelar acara edukasi film bertajuk Antar Kota Antar Sinema di Aula Soestandyo, FISIP UNAIR, Sabtu (25/02/2023).
“Pada dasarnya membuat film seperti kita story telling kepada banyak orang, lupakan teknisnya dulu. Saya tidak menafikan bahwa teknis itu penting. Tapi terlebih dahulu mementingkan bagaimana melalui media film dengan pendekatan serta teknik penceritaan yang universal, sehingga mampu melekat ke banyak penonton,” tutur Angga.
Angga mengawali karirnya sebagai sutradara di film pendek. Saat itu usianya baru 21 tahun dan menyutradarai film Foto Kotak dan Jendela. Baginya, dasar membuat film tidak hanya relate dalam kehidupannya. Namun, ulasan film bagi seorang penonton berfungsi untuk memperkaya pengalaman menonton sebuah film. Lalu, talenta yang dimiliki juga terus diasah dan jangan pernah merasa pintar, karena banyak belajar harusnya semakin tidak tahu.

Angga menyadari bahwa dunia film bukanlah passsion sesungguhnya. Ia menegaskan, kecendrungan dan ketertarikannya pada hubungan manusia, relationship, kebahagiaan, life dan cita-cita yang mengantarkan menjadi sutradara dan produser film. Selain itu, dalam pembuatan film juga dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan yang mana dapat memberikan rasa peka terhadap perasaan manusia lainnya.
Angga, founder sekaligus CEO Visinema Group menyampaikan, film Pencuri Raden Saleh yang meraup 2,3 juta penonton tidak terlepas atas kolaborasi dengan banyak orang. Dalam film Pencuri Raden Saleh, Angga juga ingin memperkenalkan rasa baru di film laga tanah air. Selain bergenre action, ada penyampaian sejarah dan pesan tersirat serta dibumbuhi rasa komedi, namun tetap membumi dan realistis.
Di akhir acara workshop, Ajeng Prameswari President of Digital Business Visinema Group, memberikan keterangan atas kerja sama Bioskop Online dengan UNAIR. Kegiatan Bioskop Online menjadi penting, terutama sebagai wujud kontribusi dalam pengembangan ekosistem perfilman Indonesia. Ada rencana 12 titik daerah dan Surabaya menjadi kota pertama. Lantaran, antusias masyarakat Surabaya dan respons yang cepat serta baik dari UNAIR.
“Kami sebagai tenaga pengajar menjembatani kolaborasi Visinema sebagai edukasi untuk mahasiswa, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa magang di dunia kreatif dan film. Sehingga skill yang diajarkan di departemen sesuai dengan kebutuhan industri film nantinya,” ucap Titik Puji Rahayu SSos MComm Ph.D Kepala Departemen Ilmu Komunikasi UNAIR. (*)
Penulis: Mutiara Rachmi Karenina
Editor: Binti Q. Masruroh





