Universitas Airlangga Official Website

BreathEzy, Inovasi Masker Pintar untuk Cegah Aspergillosis, Antarkan Mahasiswa FKG UNAIR Juara 1 ISMKMI

Pengumuman Juara 1 Poster Publik Mahasiswa Musyawarah Wilayah III ISMKMI yang diraih tim FKG UNAIR melalui karya BreathEzy. (Foto: Instagram @fkg.unair)
Pengumuman Juara 1 Poster Publik Mahasiswa Musyawarah Wilayah III ISMKMI yang diraih tim FKG UNAIR melalui karya BreathEzy. (Foto: Instagram @fkg.unair)

UNAIR NEWS – Tingginya kasus infeksi pernapasan akibat paparan lingkungan mendorong mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR menghadirkan inovasi pencegahan berbasis teknologi. Melalui karya berjudul “BreathEzy: Lindungi Napas Segarmu dari Aspergillosis dengan EASY,” tim FKG UNAIR meraih Juara 1 Poster Publik Mahasiswa dalam ajang Musyawarah Wilayah III Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dalam proses persiapan dan pengembangan karya, tim mendapat pendampingan dari drg Astari Puteri MSi MMedSci.

Tim yang terdiri dari Rafael Gerrard, Evelyn Nathania Prasetyo, dan Rhozanda Bintang Cendikia mengikuti kompetisi ini karena tema inovasi teknologi pada penyakit menular sejalan dengan bidang kesehatan yang mereka pelajari. Sebagai calon dokter gigi yang sering berinteraksi dengan pasien, mereka menyadari risiko penularan melalui saluran pernapasan dan menghadirkan solusi preventif bagi masyarakat.

BreathEzy dan Konsep EASY sebagai Pencegahan

Tim merancang BreathEzy sebagai masker pintar dengan fitur deteksi dini penyakit pernapasan yang terhubung ke ponsel. Inovasi ini menghadirkan fitur BreathEco untuk mendeteksi gas sekitar, Breathlysis untuk menganalisis pola napas, BreathEdu sebagai media edukasi, serta BreathAsk untuk konsultasi dengan tenaga profesional.

Melalui konsep EASY, tim mengajak masyarakat membiasakan penggunaan masker di lingkungan berisiko. EASY merupakan akronim dari Efisien mencegah penyakit menular, Amankan napas segar, Saring spora dan debu, dan Yuk pakai BreathEzy sekarang. Tim menempatkan masker sebagai garda utama pencegahan penularan melalui pernapasan.

Angkat Urgensi Aspergillosis dan Proses Kreatif

Tim memilih isu aspergillosis karena infeksi jamur ini menyerang paru-paru dan banyak ditemukan di lingkungan pertanian. Indonesia sebagai negara agrikultur memiliki populasi pekerja sektor pertanian yang besar sehingga risiko paparan spora meningkat. Data global mencatat hampir 3 juta kasus, sementara Indonesia melaporkan sekitar 378.700 kasus pada periode 2013-2019.

Rafael dan Evelyn menelaah jurnal serta data dari Kementerian Kesehatan dan WHO untuk memperkuat dasar ilmiah. Bintang merancang desain dan tata letak agar pesan mudah dipahami. Tim menilai kekuatan poster terletak pada bahasa sederhana dan desain menarik.

Kompetisi yang berlangsung secara daring saat masa libur menjadi tantangan tersendiri. Mereka tetap menjadwalkan diskusi virtual dan membagi tugas hingga poster selesai tepat waktu. Ke depan, tim berencana mengembangkan gagasan ini melalui program PKM agar memberi manfaat nyata. “Jangan takut berinovasi karena generasi muda memegang peran penting dalam kemajuan bangsa,” pesan tim.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla

Editor: Ragil Kukuh Imanto