UNAIR NEWS – Dinamika ekonomi dan tekanan geopolitik global menjadi tantangan yang turut memengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut menjadi sorotan Dyan Fajar Mahardika SE MM, Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, dalam Seminar Nasional ALSA National Legal Forum (ANLF) 2026 Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR).
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Lantai 11 Gedung A.G. Pringgodigdo, Fakultas Hukum (FH), Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Fajar, sapaan akrabnya, memaparkan mengenai gangguan global yang memicu transmisi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dampak Konflik Global dan Aliran Modal Keluar
Dalam pemaparannya, Fajar menjelaskan bahwa konflik internasional serta kenaikan suku bunga acuan global memicu kenaikan inflasi dan melambatnya pertumbuhan GDP. Ketidakpastian ini berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah serta penarikan dana investor.
“Lebih dari 80 triliun rupiah keluar dari pasar modal Indonesia, angka ini resmi menjadi angka tertinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu penurunan IHSG dan berdampak pada sepuluh sektor saham, terutama sektor teknologi,” ujarnya.
Peran Bursa Efek Indonesia
Meskipun aliran dana asing keluar cukup tinggi, Fajar menegaskan bahwa kinerja pasar modal Indonesia masih tergolong baik. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki ekosistem yang solid, perlindungan investor yang kuat, serta dukungan dari 32 juta investor.
“Bursa Efek Indonesia berfokus menjaga perdagangan agar tetap berjalan secara teratur, wajar, efisien, transparan, dan terpercaya. Sesuai regulasi, tugas kami bukan mengatur pergerakan IHSG, melainkan menjamin kredibilitas dan kewajaran mekanisme pasar,” tegasnya.
Inovasi Produk Baru
Sebagai langkah inovasi dalam merespons kebutuhan pasar, BEI menghadirkan produk investasi terbaru untuk masyarakat. Produk ini menggabungkan stabilitas investasi emas dengan kemudahan transaksi layaknya saham.
“Kami meluncurkan IDX Gold ETF guna memfasilitasi masyarakat yang ingin berinvestasi emas dengan fleksibilitas transaksi saham di sistem bursa. Terdapat tujuh produk yang dapat diakses investor, antara lain XGLD, XTRA, XMES, XDES, XSGO, XBGS, dan XKGS,” pungkasnya.
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Ragil Kukuh Imanto
