Universitas Airlangga Official Website

Cegah Masalah Gigi Sejak Dini, BBK 7 Sidorukun Tanamkan Kebiasaan Sehat melalui Sikat Ceria

Kelompok BBK 7 Sidorukun-Gresik Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui program kerja Sikat Ceria di SD Negeri 11 Gresik, Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kota Gresik, Rabu (15/01/2026) (Foto : Dok. Tim BBK 7, Sidorukun)
Kelompok BBK 7 Sidorukun-Gresik Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui program kerja Sikat Ceria di SD Negeri 11 Gresik, Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kota Gresik, Rabu (15/01/2026) (Foto : Dok. Tim BBK 7, Sidorukun)

UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini, kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa Sidorukun, Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan edukatif bertajuk Sikat Ceria (Sosialisasi Cara Sikat Gigi yang Benar untuk Anak). Kegiatan ini menyasar kepada siswa kelas 1 SDN 11 Gresik, Sidorukun, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan.

Program Sikat Ceria dirancang untuk mengenalkan teknik menyikat gigi yang benar kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka. Dengan metode interaktif dan visual, mahasiswa UNAIR berupaya membentuk kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini.

Edukasi Kesehatan Gigi dengan Lagu dan Simulasi

Kelompok BBK 7 Sidorukun-Gresik Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut melalui program kerja Sikat Ceria di SD Negeri 11 Gresik, Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kota Gresik, Rabu (15/01/2026) (Foto : Dok. Tim BBK 7, Sidorukun)

Sesi pembelajaran interaktif ini mengajak siswa memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar, SIKAT CERIA dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, melainkan diawali dengan sesi menyanyi bersama lagu bertema gosok gigi. Lagu ini bertujuan menanamkan pesan pentingnya menjaga kebersihan gigi melalui media yang dekat dengan dunia anak-anak. Suasana kelas pun menjadi semarak dengan antusiasme siswa yang ikut bernyanyi dan bergerak mengikuti irama.

Dalam sesi edukasi, siswa diajak untuk mengenali bagian-bagian gigi, memahami waktu yang tepat untuk menyikat gigi, dan mengajak siswa untuk mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Dengan menggunakan model gigi dan sikat gigi, siswa diajarkan langkah-langkah menyikat gigi dari arah gusi ke gigi, menyikat bagian luar, dalam, dan permukaan kunyah. Praktik ini dilakukan secara langsung oleh siswa dengan bimbingan mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami dan menirukan gerakan dengan benar. Siswa-siswi tersebut tampak antusias mengikuti setiap instruksi dan mencoba langsung gerakan menyikat gigi yang telah diajarkan.

Membangun Kebiasaan Sehat Sejak Dini

Melalui simulasi dan permainan edukatif, siswa kelas 1 SDN 11 Gresik belajar sambil bermain. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, mahasiswa juga membagikan lembar kerja bergambar yang berisi langkah-langkah menyikat gigi, yang kemudian diwarnai dan ditempel di kelas sebagai pengingat visual.

PIC menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa menyikat gigi bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujar Dimas Dwi.

Program Sikat Ceria selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 3, yaitu Good Health and Well-being. Edukasi kesehatan gigi sejak dini merupakan langkah preventif dalam mencegah penyakit gigi dan mulut seperti karies, radang gusi, dan bau mulut yang dapat mengganggu aktivitas belajar anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa SDN 11 Gresik dapat menerapkan kebiasaan menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua juga diharapkan dapat memperkuat pesan yang disampaikan dalam sosialisasi.

Sikat Ceria menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UNAIR dalam mendukung kesehatan anak melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Dengan membangun kesadaran sejak dini, diharapkan generasi muda Indonesia tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.