Cegah Risiko Rawat Ulang Pasien Penyakit Kronis, FKp UNAIR Latih Kader Kesehatan melalui Safe-Red Card di Lamongan

165 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp UNAIR) melakukan pengabdian masyarakat serta memperkenalkan inovasi Safe-Red Card (Safety Readmission Early Detection Card) untuk mencegah adanya rawat ulang pada pasien kronis. Pengmas ini terselenggara di wilayah kerja Puskesmas Sugio, Kabupaten Lamongan dan menyasar para kader kesehatan dari Desa Karangsambigalih dan Desa Gondang Lor.

Kegiatan ini merupakan bentuk Skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan UNAIR Tahun 2026 kolaborasi antara Fakultas Keperawatan, Fakultas Vokasi, dan Ikatan Alumni Fakultas Keperawatan UNAIR. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan  setelah melihat  urgensi terkait pasien penyakit kronis membutuhkan pemantauan kesehatan berkelanjutan dan dukungan lingkungan untuk membantu menjaga kondisi kesehatannya.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pengmas ini yaitu dr Purnomo MMRS selaku Kepala Puskesmas Sugio dan Susanto sebagai Kepala Desa Karangsambigalih, serta Nauvila Fitrotul ‘Aini SKep Ns MKep selaku ketua pengabdian masyarakat. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian pre-test sebagai bagian dari evaluasi awal pengetahuan sebelum penyampaian materi dan juga melihat pengetahuan para kader yang telah hadir.

Edukasi pertama disampaikan oleh  Zaenal Abidin SKep Ns MKep selaku Ketua Ikatan Keluarga Alumni FKp UNAIR. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan materi mengenai penyakit kronis dan risiko perawatan ulang, serta membagikan pengalamannya selama merawat pasien penyakit kronis. Materi ini akan menjadi dasar pemahaman para kader terkait pentingnya perhatian terhadap kondisi pasien selama menjalankan perawatan. Sebelum memulai pemberian materi kedua, para kader diajak melakukan ice breaking sederhana untuk menjaga fokus para kader selama sesi materi.

Setelah selesai acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pelatihan mengenai peningkatan kompetensi kader dalam deteksi dini risiko rawat ulang oleh Nauvila Fitrotul ‘Aini, SKep Ns MKep. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan terkait tujuan, kegunaan, dan cara pemakaian Safe-Red Card dengan harapan mampu memperkuat peran kader dalam mendukung pemantauan pasien serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit kronis di masyarakat.  Setelah sesi penyampaian materi,  kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para yang hadir. Beberapa kader ikut bertanya dan mencari masukan terkait masalah yang seringkali ditemui ketika sedang menjalankan tugas. Di penghujung acara para kader kembali dibagikan lembar kertas berisi post-test untuk mengevaluasi dan mengukur pengetahuan kader setelah mengikuti edukasi.

Melalui program ini, FKp UNAIR telah ikut melakukan pemberdayaan bagi para kader sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Pengabdian masyarakat merupakan program AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity), yang mendukung transformasi kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, teknologi kesehatan, dan penguatan akses layanan kesehatan.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi fakultas keperawatan untuk Sustainable Development Goal (SDGs) terutama  SDGs ke 3 terkait kehidupan sehat dan sejahtera. Kegiatan pengabdian  ini  berfokus untuk membantu meningkatkan kesadaran dan mutu layanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis. Selain itu kegiatan ini mencerminkan perwujudan SDGs ke 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, tanpa ada pihak lain yang mau terlibat.

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top