UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (UNAIR) lakukan penyuluhan kesehatan anak di Balai Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis, 14 juli 2022. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa UNAIR dalam rangka pencegahan stunting yang marak terjadi di Indonesia khususnya di Kabupaten Banyuwangi.
“Angka stunting di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2019 menyentuh angka 24,46 persen kemudian mengalami penurunan, namun angkanya masih 21,4 persen dan berlangsung hingga tahun 2022 saat ini,” ucap salah satu anggota KKN, Muhammad Tajri kepada awak media pada Kamis, (28/7/2022).
Oleh sebab itu, sabung Tajri, penyuluhan kesehatan dan asupan gizi pada anak penting untuk dilakukan. Mengingat faktor terbesar dari stunting biasanya disebabkan oleh kurangnya kualitas Air Susu Ibu (ASI) serta pola konsumsi anak yang tidak terkoordinasi.
“Pada program pengabdian kerja stunting ini kelompok KKN Desa Macan Putih menyalurkan sebuah program yang bernama “Cegah Stunting Itu Penting!”. Program tersebut ditujukan kepada ibu hamil serta balita 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan),” jelas Tajri.
Program tersebut, lanjut Tajri, diawali dengan pre-test yang bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman orang tua terkait dengan kesehatan dan asupan gizi anak. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi “Cegah Stunting Itu Penting!” yang dibawakan oleh dua anggota kelompok KKN BBM 66 Desa Macan Putih. Acara tersebut berlangsung selama 40 menit. Di akhir sesi, terdapat diskusi singkat terkait dengan materi yang telah disampaikan.
Poin utama dari sosialisasi yang diberikan adalah usaha menyadarkan warga sekitar akan bahaya dari permasalahan stunting. Selain itu, penjelasan asupan gizi dan nutrisi pada anak juga tidak luput dari poin yang dibahas.
“Biasanya masyarakat pedesaan masih memiliki pengetahuan yang minim tentang pentingnya gizi pada anak, sehingga hadirnya sosialisasi ini berusaha untuk memberikan edukasi terkait bagaimana memberikan nutrisi dan protein yang sesuai dengan kebutuhan balita. Harapannya melalui sosialisasi ini masyarakat bisa lebih memahami bagaimana pentingnya gizi pada anak,” pungkas Tajri.
Penulis: Haryansyah Setiawan
Editor: Muhammad Tajri





