Universitas Airlangga Official Website

CSR dan Kepemilikan Lembaga Keuangan dalam Pengelolaan Biaya Modal

CSR dan Kepemilikan Lembaga Keuangan dalam Pengelolaan Biaya Modal
Sumber: Lifepal

Artikel ini membahas tentang pengaruh kinerja tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kepemilikan lembaga keuangan terhadap biaya modal dalam industri pariwisata dan perhotelan di ASEAN-5 (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina). Penelitian ini menggunakan data panel seimbang dari 594 observasi perusahaan-tahun antara tahun 2014 dan 2019 yang dianalisis menggunakan regresi efek panel. CSR diukur dengan analisis konten dari laporan tahunan, sementara *weighted average cost of capital* (WACC) digunakan sebagai proksi untuk biaya modal. Penelitian ini juga mempertimbangkan kepemilikan lembaga keuangan sebagai variabel independen kedua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja CSR secara keseluruhan meningkatkan biaya modal, sedangkan kepemilikan lembaga keuangan menurunkannya. Namun, pengungkapan CSR terkait lingkungan dan hak asasi manusia terbukti mengurangi biaya modal, berbeda dengan pengungkapan CSR lainnya seperti karyawan dan produk, yang justru meningkatkan biaya modal. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan untuk lebih fokus pada pengungkapan CSR di bidang lingkungan dan hak asasi manusia jika ingin menurunkan biaya modal mereka.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kepemilikan lembaga keuangan, seperti bank dan perusahaan asuransi, memiliki dampak signifikan terhadap penurunan biaya modal. Lembaga keuangan cenderung memberikan pengawasan yang lebih baik dan mendorong transparansi perusahaan, yang pada akhirnya mengurangi biaya ekuitas dan secara keseluruhan menurunkan WACC.

Dari perspektif teori pemangku kepentingan, penelitian ini menunjukkan bahwa CSR merupakan tanggung jawab manajemen terhadap pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan yang secara konsisten berinvestasi dalam CSR di bidang lingkungan dan hak asasi manusia akan lebih dihargai oleh pasar, yang pada akhirnya menurunkan risiko operasional dan biaya modal.

Penelitian ini berfokus pada industri pariwisata dan perhotelan di ASEAN-5, yang merupakan sektor yang terus berkembang pesat meskipun terkena dampak pandemi Covid-19. Dalam konteks ini, CSR dapat menjadi strategi yang efektif bagi perusahaan untuk bertahan dalam situasi krisis serta membedakan diri dari pesaing melalui keuntungan kompetitif.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, di antaranya hanya berfokus pada satu jenis kepemilikan, yaitu kepemilikan lembaga keuangan. Penelitian di masa depan disarankan untuk mengeksplorasi jenis kepemilikan lain seperti kepemilikan manajerial atau pemerintah. Selain itu, pengukuran CSR menggunakan indeks KLD juga terbatas, sehingga diusulkan penggunaan metode pengukuran CSR yang lebih beragam di masa depan.

Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada literatur akademik dan praktik bisnis dengan menunjukkan bahwa meskipun CSR secara keseluruhan meningkatkan biaya modal, fokus pada aspek lingkungan dan hak asasi manusia dapat membantu mengurangi biaya tersebut. Di sisi lain, kepemilikan lembaga keuangan dapat memberikan manfaat signifikan dalam pengelolaan biaya modal perusahaan melalui pengawasan yang lebih baik dan transparansi yang lebih tinggi.

Penulis: Prof. Dr. Noorlailie Soewarno, S.E., MBA., Ak.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/csr-and-financial-institution-ownership-in-managing-the-cost-of-c

Baca juga: Dampak Kesiapan Modal Manusia dan Modal Informasi terhadap Keberlanjutan Bisnis