Universitas Airlangga Official Website

Dampak Bencana Alam terhadap Energi Terbarukan di Asia

Dampak Bencana Alam terhadap Energi Terbarukan di Asia
Sumber: CNN Indonesia

Bencana alam sering kali membawa kerugian besar bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap konsumsi energi terbarukan di Asia? Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa bencana alam dapat memengaruhi perkembangan energi terbarukan, dengan faktor seperti investasi asing langsung (FDI) dan infrastruktur memainkan peran penting.

Penelitian ini mengkaji data dari 27 negara di Asia selama periode 2010 hingga 2020 untuk memahami lebih dalam hubungan antara bencana alam, FDI, infrastruktur, dan energi terbarukan. Dengan menggunakan data dari Bank Dunia dan Center for Research on the Epidemiology of Disasters (CRED), para peneliti mengadopsi metode Generalized Method of Moments (GMM) untuk menganalisis dampaknya.

Energi Terbarukan dan Ketahanannya

Penelitian menunjukkan bahwa energi terbarukan memiliki ketahanan yang signifikan. Konsumsi energi terbarukan di tahun sebelumnya terbukti memiliki dampak positif terhadap penggunaan energi di tahun berikutnya. Ini berarti bahwa ketika suatu negara sudah mulai memanfaatkan energi terbarukan, tren ini cenderung terus berlanjut, bahkan saat menghadapi bencana alam. Ketahanan ini menjadi salah satu alasan penting mengapa energi terbarukan harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang setiap negara.

Infrastruktur dan Energi Terbarukan

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa infrastruktur yang baik berperan besar dalam mendorong konsumsi energi terbarukan. Negara-negara dengan infrastruktur yang berkembang mampu meningkatkan penggunaan energi bersih, bahkan di tengah bencana alam. Dengan kata lain, investasi dalam infrastruktur yang mendukung energi terbarukan, seperti jaringan listrik yang tahan bencana dan teknologi energi hijau, dapat mempercepat transisi energi.

Tantangan di Negara Berpendapatan Menengah

Salah satu temuan mengejutkan dari penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara produk domestik bruto per kapita (GDPP) dan konsumsi energi terbarukan. Di banyak negara berpendapatan menengah, adopsi energi terbarukan lebih lambat dibandingkan negara maju. Ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan teknologi dan infrastruktur, yang membuat negara-negara ini lebih bergantung pada sumber energi fosil.

Peran Investasi Asing Langsung (FDI)

Selain infrastruktur, FDI juga berperan penting dalam meningkatkan konsumsi energi terbarukan di Asia. Investasi dari luar negeri dalam bentuk teknologi, proyek energi bersih, dan pembangunan infrastruktur energi hijau dapat membantu negara-negara Asia mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh bencana alam. FDI memberikan suntikan modal yang sangat dibutuhkan untuk membangun fasilitas energi terbarukan yang lebih tahan bencana.

Kesimpulan

Penelitian ini menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang mendukung energi terbarukan dan memanfaatkan investasi asing untuk mempercepat transisi energi di Asia. Di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam, energi terbarukan menjadi solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tahan terhadap gangguan eksternal. Negara-negara Asia yang ingin mengamankan masa depan energi mereka harus memperkuat komitmen terhadap energi bersih, mengembangkan infrastruktur yang memadai, dan mendorong lebih banyak investasi asing di sektor ini. Energi terbarukan bukan hanya tentang mengurangi emisi karbon, tetapi juga tentang membangun ketahanan jangka panjang dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.

Penulis: Yessi Rahmawati, S.E., M.Ec.

Link: https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-031-61660-0_12

Baca juga: Peran lembaga Sosial Budaya dalam Permasalahan Kesehatan pada Bencana Alam