Universitas Airlangga Official Website

Dampak Stres akibat Pandemi COVID-19 pada Gangguan Menstruasi

Siklus menstruasi merupakan salah satu tanda penting bagi kesehatan perempuan. Perempuan di bawah usia 30 tahun terus mengalami permasalahan terkait hormon dan menstruasi, terutama menstruasi yang tidak normal. Menstruasi yang tidak normal tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan bagi perempuan dan mengganggu kualitas hidup perempuan, namun juga berhubungan dengan dampak kesehatan yang buruk. , seperti peningkatan risiko penyakit jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiometabolik. Di sisi lain, siklus menstruasi telah menjadi salah satu indikator kesehatan wanita secara keseluruhan, meski terkadang diabaikan oleh beberapa praktisi kesehatan. Menstruasi tidak normal yang sering terjadi adalah dismenore, gejala pramenstruasi, menorrhagia, polimenore, perdarahan vagina abnormal, amenore, oligomenore, dan menstruasi tidak teratur.

Tingkat stres yang tinggi sering dikaitkan dengan dampak buruk terhadap kesehatan. Stres dapat menyebabkan atau memperburuk masalah kesehatan yang signifikan, termasuk penyakit kardiovaskular, obesitas, disfungsi seksual, masalah pencernaan, dan kondisi kesehatan mental. Stres juga mempengaruhi reproduksi wanita, dimana stres melibatkan sistem hormonal sebagai sistem yang memegang peranan penting. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara stres dan kelainan menstruasi.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan peningkatan tingkat stres yang relatif tinggi akibat berkurangnya mobilitas, interaksi, dan aktivitas manusia. Situasi ini cenderung menimbulkan stres bagi sebagian individu. Selama pandemi COVID-19, tingkat prevalensi stres pada masyarakat umum ditemukan lebih tinggi, terutama pada perempuan dan kelompok usia muda. Tingginya tingkat kecemasan dan stres telah menyebabkan munculnya penyakit lain. penelitian mengenai hubungan pandemi dengan menstruasi tidak normal atau terganggunya siklus menstruasi. Prevalensi penduduk yang mengalami dismenore berat selama pandemi lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi terjadi. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu ditelaah lebih lanjut mengenai hubungan antara paparan stres akibat pandemi COVID-19 dengan kejadian menstruasi tidak normal.

Kami menemukan hasil terkait hubungan antara paparan stres akibat pandemi COVID 19 dan kelainan menstruasi. Hubungan tersebut dianalisis melalui lima studi cross-sectional, dua observasional, dan dua studi retrospektif. Delapan penelitian mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara stres akibat pandemi COVID 19 dengan terjadinya menstruasi tidak normal, dan satu penelitian mengungkapkan bahwa perubahan tersebut tidak signifikan.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan stres dan menimbulkan emosi negatif seperti ketakutan, kecemasan, dan depresi pada semua orang, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau status sosial ekonomi. Pandemi COVID-19 juga memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap perempuan dibandingkan laki-laki, baik sebagai garda depan. seperti dokter, perawat, bidan, serta perempuan yang bekerja dan tidak bekerja di rumah. Berdasarkan penelitian yang disaring, seluruh responden mengalami peningkatan tingkat stres selama pandemi COVID-19. Penurunan mood, peningkatan kecemasan, kesulitan tidur, peningkatan stres, kesepian, dan kurang konsentrasi ditemukan selama pandemi COVID-19. Perempuan juga cenderung mengalami satu hingga lebih dari satu gejala baru dan perubahan kesehatan mental yang memburuk selama pandemi COVID-19.

Terdapat hubungan yang signifikan antara stres pada masa pandemi COVID 19 dengan kejadian kelainan menstruasi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih jauh pengaruh stres pada masa pandemi COVID-19 terhadap gangguan menstruasi. Mereka memperdalam alasan gangguan terkait siklus menstruasi memiliki prevalensi lebih sedikit dibandingkan gangguan lain dan hubungan antara tingkat stres.

Penulis: Salsabila Bestari Nugroho; Dr Budi Utomo, dr, MKes; Endyka Erye Frety, SKeb, Bd, MKeb ; dr Ashon Sa’adi, SpOG(K); Shifa Fauziyah, SSi, MKedTrop

Artikel ini dapat diakses di:

https://e-journal.unair.ac.id/MOG/article/view/46804/26799