Dari Kampus ke Pasar Global, ASSIE IV Pertemukan Inovasi Riset dengan Kebutuhan Industri 

12 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) kembali menggelar Airlangga Startup Summit and Innovation Expo (ASSIE) tahun ke-4 pada Jumat (6/11/2026) hingga Minggu (8/11/2026) di Main Atrium Grand City, Surabaya. Mengusung tema Satu Ruang, Ribuan Inovasi kegiatan ini mendorong inovasi dan hilirisasi untuk mewujudkan kemandirian, kedaulatan kesehatan serta pangan nasional.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof dr Taruna Ikrar MBiomed PhD, menyampaikan apresiasi atas konsistensi UNAIR dalam mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri di masyarakat. Menurutnya, keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia perlu mendapat strategi dari hulu ke hilir guna memutus rantai ketergantungan terhadap impor bahan baku obat yang masih berada di angka 94 persen.

“Kita juga menghadapi kesenjangan inovasi menuju pasar berupa kesenjangan antara hasil riset dan kemampuan mengembangkannya menjadi produk yang siap diproduksi dan dipasarkan. Karena itu, inovasi harus mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, bermanfaat, memiliki nilai tambah ekonomi, dan mampu bersaing di pasar global,” ungkapnya. 

Senada dengan Kepala BPOM RI, Ketua PASINBIS UNAIR, Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE MSi menyebut ASSIE IV menghadirkan pendekatan yang jauh berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2026 ini, ASSIE memperkenalkan sistem industrial matching atau pencocokan langsung riset kampus dengan industri. 

“Kalau dulu kita sebatas mengenalkan produk riset, kali ini kita buatkan forum khusus untuk pencocokan langsung dengan industri. Jadi produk-produk ini tidak berhenti di pameran saja, tetapi siap diserap dan dipasarkan secara nyata,” tuturnya. 

Merujuk pada evaluasi penyelenggaraan tahun lalu, minat dan ketertarikan industri terhadap riset kampus sangat tinggi. Oleh karena itu, upaya ini dinilai krusial dalam memastikan hilirisasi riset agar tidak hanya berhenti sebagai produk pameran, tetapi terhubung langsung dengan ekosistem bisnis yang mendatangkan nilai investasi serta berdampak nyata bagi kebutuhan masyarakat luas. 

Dari segi pendanaan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mengupayakan peningkatan anggaran secara signifikan. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Muhammad Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa anggaran riset hilirisasi yang sebelumnya berada di angka Rp150 miliar pada 2024, melonjak menjadi Rp300 miliar, lalu Rp600 miliar, dan dicanangkan melampaui Rp1 triliun pada tahun mendatang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. 

Dalam ASSIE kali ini, turut diperkenalkan empat produk inovasi unggulan karya sivitas akademika UNAIR yang lahir dari kolaborasi erat dengan mitra industri. Produk-produk tersebut meliputi Garam SPA inovasi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), serta rangkaian produk perawatan diri berupa sampo dan sabun mandi hasil kolaborasi dengan PT Skin and Cosmetic Technology di bawah Fakultas Farmasi (FF). Terdapat pula desain terbaru dari produk Airbilinest dari Fakultas Kedokteran (FK) serta produk Arrasyi-Kid dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). 

Penulis: Amelia Farah P.I

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top