UNAIR NEWS – Putri Tamara Florencia Amalia, perempuan kelahiran Surabaya, 22 tahun silam ini akhirnya berhasil menjadi wisudawan terbaik setelah pencapaiannya selama kuliah 4 tahun. Selama menempuh pendidikan S1, berbagai kegiatan pernah diikuti. Seperti, menjadi panitia di berbagai kegiatan kampus, aktif di Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA), mengikuti kompetisi karya tulis, hingga magang di Kementrian Luar Negeri RI. Tidak hanya itu, Putri juga sempat mengisi waktu bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan.
Putri mengaku, dalam hal prestasi akademik, mungkin prestasinya tidak sebaik teman-teman lain yang mengikuti lomba. Namun, salah satu kegiatan lintas negara yang cukup membanggakan baginya adalah saat mengikuti Economic Forum 2016. Forum itu dihadiri Menteri Pariwisata RI, Menteri Keuangan RI, dan Presiden RI Joko Widodo. Juga hadir, delegasi dari beberapa negara.
Alumnus SMA Negeri 1 Surabaya itu merampungkan studi dengan menulis skripsi berjudul Pertanggungjawaban Agen Terhadap Pembatalan Pemberangkatan Ibadah Umrah dalam Perjanjian Keagenan. Ia menganggap, saat ini cukup banyak kasus yang terjadi di bidang usaha travel umrah. Terutama, terkait kegagalan pemberangkatan calon jamaah. Dalam skripsi itu ia mencari tahu akar permasalahan melalui sudut pandang program studinya.
Selama menempuh kuliah, hambatan yang dirasakan Putri tak jauh berbeda dengan hambatan mahasiswa pada umumnya. Namun, peraih IPK 3.87 itu tetap menikmati proses perkuliahan yang ia jalani. Putri juga berpesan kepada mahasiswa S1 lainnya bahwa baik susah maupun senang proses perkuliahan, sebisa mungkin mahasiswa dapat menggali ilmu sebanyak mungkin ilmu.
Selain itu, me-refresh pikiran yang sedang malas atau bosan juga perlu dilakukan. Terlepas dari itu semua, rasa syukur dan berdoa kepada Tuhan juga tidak dapat dilupakan. (*)
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Binti Q. Masruroh





