Universitas Airlangga Official Website

Daun Ramayana sebagai Alternatif Pengobatan Depresi Dan Gangguan Kecemasan Dari Bahan Alam

Kesehatan mental kini menjadi topik pembicaraan yang hangat untuk diperbincangkan dan harus mendapatkan perhatian serius. Gangguan kesehatan mental yang paling umum saat ini, yakni depresi dan gangguan kecemasan, di mana sekitar 280 juta orang hidup dengan depresi dan 301 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan, termasuk anak-anak dan remaja. Depresi dan gangguan kecemasan umumnya diobati dengan anti-depresan dan anti-kecemasan yang sebagian besar obat-obatan tersebut memiliki rasio risiko-manfaat yang kurang seimbang sehingga masih menjadi penghalang penggunaan obat-obatan tersebut untuk pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat dalam pengobatan gangguan kesehatan mental dapat menjadi alternatif yang efektif, karena memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dibandingkan obat sintetik yang ada.

Tanaman obat yang diketahui telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi kecemasan adalah Cassia spectabilis atau dikenal dengan Ramayana. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan wilayah Amerika Utara dan Selatan, dan tersebar luas di negara-negara Afrika Timur serta Asia Tenggara. Tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias di daerah tropis dan sub tropis, dan telah lama digunakan di Asia dan banyak negara lain untuk mengobati berbagai penyakit berdasarkan sifat antimikroba, pencahar, analgesik, dan antiinflamasi. Infusa dari daun Cassia spectabilis secara tradisional digunakan oleh para pengobat tradisional di Kamerun untuk mengobati epilepsi, konstipasi, insomnia dan kecemasan. Tanaman ini mengandung beberapa senyawa dari golongan alkaloid yang diketahui memiliki aktivitas antikonvulsan atau anti-kejang yang bekerja pada sistem saraf pusat. Aktivitas biologis lain yang berkaitan dengan sistem saraf pusat untuk menjelaskan penggunaan tradisional tanaman ini dalam pengobatan kecemasan dan insomnia menjadi fokus penelitian kami saat ini.

Pengujian efek depresan sistem saraf pusat dilakukan dengan tiga model neurofarmakologis klasik, yaitu Elevated Plus Maze, Hole Cross, dan waktu tidur yang diinduksi thiopental sodium pada hewan coba mencit. Hasil pengujian mengungkapkan bahwa ekstrak etanol 70% daun Cassia spectabilis memberikan efek anti-cemas yang kuat pada dosis 100 mg/kg berat badan mencit. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan eksplorasi tangan terbuka Elevated Plus Maze pada hewan coba yang diberi paparan ekstrak. Tangan terbuka Elevated Plus Maze mewakili tempat yang tidak terlindungi, terang, dan tinggi, yang apabila dihindari oleh hewan coba maka dapat digambarkan sebagai tanda-tanda kecemasan pada hewan tersebut. Sedang efek depresan sistem saraf pusat dari ekstrak etanol 70% daun Cassia spectabilis dibuktikan dengan adanya pengurangan aktivitas lokomotor hewan coba dalam pengujian Hole Cross. Aktivitas lokomotor dianggap sebagai indeks kewaspadaan hewan coba, dan penurunannya merupakan indikasi dari efek depresan sistem saraf pusat, yang dalam metode Hole Cross diwakili oleh berkurangnya jumlah lubang yang dilalui dan kelesuan hewan coba mencit terhadap lingkungan baru. Efek depresan sistem saraf pusat lainnya yaitu efek sedative dari ekstrak etanol 70% daun Cassia spectabilis juga ditunjukkan oleh berkurangnya waktu permulaan tidur (menjadi 121,4–180,2 detik) dan bertambahnya durasi waktu tidur (menjadi 166,6–225,8 menit) yang signifikan pada hewan coba yang diinduksi thiopental sodium, dibanding kontrol (289,2 detik dan 99,2 menit). Efek sedatif yang dihasilkan terlihat pada hewan coba yang terpapar ekstrak pada dosis 100 dan 500 mg/kg berat badan mencit, dan efeknya sebanding dengan diazepam pada dosis 1 mg/kg berat badan mencit yang dapat menjelaskan bagaimana ekstrak tersebut bekerja mirip dengan diazepam.

Berdasarkan hasil keseluruhan pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak etanol 70% daun Cassia spectabilis memiliki efek depresan sistem saraf pusat yang kuat melalui aktivitas anti-cemas, anti-depresan, dan sedatif atau penenang pada beberapa model hewan coba mencit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan daun Cassia spectabilis dalam pengobatan tradisional kecemasan dan insomnia mungkin disebabkan oleh efeknya pada sistem saraf pusat, sebagaimana dibuktikan oleh temuan ini. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui senyawa aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas biologis dari ekstrak etanol 70% daun Cassia spectabilis, dan mekanisme kerjanya dalam mengatasi depresi, kecemasan, dan insomnia.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada publikasi kami di: https://jppres.com/jppres/cns-depressant-effect-of-senna-spectabilis-ethanol-extract/