Universitas Airlangga Official Website

Delegasi UNAIR Serukan Perjuangan Palestina Melalui Diplomasi Pengetahuan

Empat tim dari Universitas Airlangga (UNAIR) turut menyumbangkan gagasan kritis dalam forum internasional “Asia Pacific Dialogue For Palestine: Synergie of Research and Diplomacy" (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Empat tim dari Universitas Airlangga (UNAIR) turut menyumbangkan gagasan kritis dalam forum internasional. Forum bertajuk “Asia Pacific Dialogue For Palestine: Synergie of Research and Diplomacy” tersebut terselenggara di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025).

Forum strategis ini terselenggara atas kolaborasi tiga pilar. Yakni Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Palestine Research Center. Acara ini didahului proses seleksi dan pengumpulan makalah yang ketat, berlangsung sejak 17 Agustus hingga 4 November 2025.

Keempat tim UNAIR hadir dengan membawa analisis tajam multidisiplin. Dua paper berfokus pada klaster Hukum dan Kemanusiaan. Pertama, tim yang beranggotakan Anindhito Gading Rasunajati (S-1 Ilmu Hukum) dan Dhia Jinan Naura Nidaulhaq (D-4 Pengobat Tradisional) dengan id paper 257. Mereka mamaparkan paper berjudul “Rekayasa Genosida di Gaza: Analisis atas Kegagalan Sistemik Hukum Internasional dan Imperatif Tindakan Kolektif Global”.

Empat tim dari Universitas Airlangga (UNAIR) turut menyumbangkan gagasan kritis dalam forum internasional “Asia Pacific Dialogue For Palestine: Synergie of Research and Diplomacy (Foto: Istimewa)

Masih di klaster yang sama, Alfhen Rhedo Putra (S-2 Hubungan Internasional) memaparkan risetnya (id paper 223) “Keterbatasan PBB sebagai Mediator Penyelesaian Konflik Hamas-Israel Pasca 7 Oktober 2023: Tinjauan Resolusi Majelis Umum dan Dewan Keamanan.”

Sementara itu, dari klaster Budaya & Sosial, Sayyidah Ilman Nisa (S-2 Hubungan Internasional) menganalisis perang narasi melalui id paper 228 “Representation of Palestinian Identity: An Analysis of BBC Media Coverage in the 2023-2024 Palestinian-Israeli Conflict.”

Melengkapi analisis, Aulia Rachmah Andini (S-1 Psikologi) dari klaster Pendidikan menawarkan solusi ketahanan psikologis lewat id paper 241 “Sumud Vis A Vis Helpness: Integrasi Fitrah dan Tazkiyatun Nafs Sebagai Konstruksi Pedagogi Generasi Digital.”

Kehadiran para delegasi UNAIR ini didasari motivasi yang kuat. Bagi mereka, keikutsertaan ini adalah usaha konkret kaum intelektual untuk turut serta memperjuangkan isu-isu Palestina di ranah riset-akademik dan diplomasi, baik di panggung nasional maupun internasional.

“Kami tidak melihat ini sekadar konferensi akademis. Ini adalah front perjuangan intelektual. Riset kami tentang ‘Rekayasa Genosida’ dan ‘Kegagalan Sistemik Hukum Internasional’ adalah amunisi data. Kami ingin memberikan landasan yuridis dan politis yang kokoh bagi para diplomat di BKSAP untuk bersuara lebih lantang di forum global.”

Aulia Rachmah Andini menambahkan, perjuangan juga terjadi di ranah psikologis. “Riset kami menawarkan ‘Sumud’ atau keteguhan sebagai antitesis. Kami di sini untuk memastikan riset tidak berhenti di menara gading, tapi menjadi bagian dari diplomasi yang mewakili generasi muda.”

Partisipasi empat tim UNAIR ini menjadi representasi kontribusi nyata generasi intelektual muda. Mereka membuktikan bahwa pembelaan terhadap Palestina dapat ditempuh di berbagai lini. Termasuk melalui ketajaman analisis, data yang valid, dan keberanian akademik untuk mengintervensi wacana diplomasi global.

Penulis: Anindhito Gading

Editor: Yulia Rohmawati