Perceraian adalah keputusan berat yang harus diambil oleh pasangan dan keluarga, terutama jika telah ada anak di dalamnya. Tidak ada anak yang ingin mengalami hidup terpisah dari salah satu atau kedua orang tuanya. Jalan menuju perpisahan pun merupakan kondisi yang berat bagi anak, misalnya anak harus menyaksikan pertengkaran dan ketegangan dalam keluarga. Berbagai penelitian dan survei melaporkan dampak perceraian dan paparan ketegangan hubungan sebelum perceraian pada anak khususnya berusia remaja.
Depresi di usia remaja menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang dapat dialami remaja sebagai dampak perceraian. 5 hingga 8 remaja dari seratus perceraian berpotensi mengalami masalah ini. Fenomena ini menunjukkan masih banyak remaja yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan baik walaupun berkembang dalam keluarga yang tidak ideal. Hal ini ditelusuri oleh sekelompok peneliti dari Fakultas Psikologi Unair yang berusaha mengetahui kemampuan apa saja yang berkontribusi pada, atau menghindarkan diri dari depresi, melalui penelitian mengenai strategi koping remaja. Secara detil, hasil penelitian ini dituangkan dalam International Journal of Public Health Science (IJPHS) Volume 12, nomor 3 Tahun 2023, berjudul Specific coping behaviours related to depression in adolescents with a divorced parent.
Menurut para peneliti, ada tiga macam perilaku penyesuaian diri yang dikenal dengan coping strategy, dapat digunakan oleh remaja, yaitu problem-focused coping, emotion-focused coping, dan dysfunctional coping. Ketiga macam strategi ini meliputi gambaran perilaku yang khas dan biasanya digunakan seseorang untuk mengurangi tekanan mental yang sedang dihadapi. Konflik berkepanjangan di dalam keluarga merupakan sumber tekanan yang besar untuk remaja, dan jika mereka dapat menggunakan strategi penyesuaian yang tepat maka dampak negative dapat diminimalkan.
Penelitian ini menemukan bahwa remaja yang menggunakan problem-focused coping berpotensi sangat kecil akan mengalami depresi. Remaja berusaha mengatasi tekanan dengan cara menelusuri akar masalah yang ada dan mencari cara untuk mengatasinya, melakukan antisipasi, dan beradaptasi dengan tekanan yang ada atau berusaha mengubah situasi yang menyebabkan tekanan, serta mencari bantuan ketika sedang memerlukan. Dengan cara ini ternyata remaja dapat mencapai kesehatan mental yang baik.
Hal sebaliknya terjadi pada remaja yang menggunakan dysfunctional coping, di mana peluang mengalami depresi cukup besar. Bukannya berusaha mengatasi, remaja justru mengalihkan dan menjauhkan diri dari situasi dan masalah yang sedang dialami. Remaja membuat jarak, melakukan tindakan untuk menjauhi masalah, kadangkala beralih pada perilaku yang merugikan diri seperti merokok, penggunakan zat-zat khusus sebagai pelampiasan, dan bisa juga menyalahkan diri-sendiri sebagai salah satu penyebab perceraian. Remaja yang melakukan tindakan ini memiliki risiko tinggi terhadap depresi dan bahkan berkepanjangan serta merasa putus asa.
Yang tidak diduga adalah penggunaan strategi yang mengutamakan emosi ternyata tidak dapat dijadikan pedoman keterkaitannya dengan kesehatan mental remaja. Padahal, beberapa kajian sebelumnya menyatakan bahwa diantara cara untuk mengurangi resiko depresi adalah mendapatkan dukungan emosi yang bertujuan untuk dapat diterima dan dikuatkan. Sebenarnya beberapa cara dapat dilakukan seperti menggunakan humor dalam menghayati pengalaman negatifnya, menggunakan pendekatan religious, memandang situasi secara positif. Hanya saja, berbagai cara ini belum dapat dibuktikan perannya oleh para peneliti Unair ini.
Hal yang penting dicatat dari hasil penelitian ini adalah perlunya informasi kepada remaja mengenai perceraian, akibatnya bagi kehidupan kelak dan dukungan seperti apa yang akan mereka dapatkan. Remaja yang akhirnya dapat menerima keputusan perceraian malah dapat menghadapi tekanan lebih baik dan berpeluang kecil mengalami depresi. Untuk mengurangi resiko ini, para remaja ini dapat diajak untuk mencari bantuan secara aktif ketika sedang memiliki masalah.
Penulis: Endang Retno Surjaningrum
Referensi: Dianovinina, K., Surjaningrum, E.R., Wulandari, P.Y., (2023) Specific coping behaviours related to depression in adolescents with a divorced parent, International Journal of Public Health Science (IJPHS): 12 (3), 1337-1345, DOI: http://doi.org/10.11591/ijphs.v12i3.23272





