UNAIR NEWS – Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (BASASINDO) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Praktik Kuliah Lapangan (PKL) pada Jumat (24/5/2024) hingga Sabtu (25/5/2024). Acara itu terselenggara di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
PKL tersebut merupakan kegiatan wajib mahasiswa BASASINDO yang mengambil mata kuliah folklor dan analisis wacana sejak tahun 2013. Kepala Program Studi (Prodi) BASASINDO Dr Mochtar Lutfi SS MHum mengatakan, kegiatan PKL itu selalu terlaksana secara konsisten, meskipun beberapa tahun lalu terjadi pandemi COVID-19.
“Prodi dan Desa Kemloko telah menjalin kerja sama sejak tahun 2013. Setiap tahunya, mahasiswa datang ke Desa Kemloko untuk melaksanakan PKL. Bahkan, ketika pandemi kegiatan PKL terus kami lakukan meski secara daring,” tuturnya.
Fokus Kegiatan
Dr Mochtar Lutfi menerangkan, fokus kegiatan kali ini terdiri dari dua hal, yaitu pendokumentasian teknis tradisi lisan dan pendokumentasian teks tulis. Pada pendokumentasian lisan, mahasiswa BASASINDO mendokumentasikan pembacaan naskah Serat Ambiya yang terdiri atas 300 halaman.
“Pendokumentasian naskah tradisi lisan ini akan menjadi patokan dalam membaca naskah Serat Ambiya agar tidak punah dalam kemajuan zaman. Sebab, jika dibaca 300 halaman langsung tidak selesai, kami membagi bacaan sebanyak 60 halaman dalam lima titik,” terangnya.

Dr Mochtar Lutfi melanjutkan, dalam pendokumentasian teks tulis, Prodi BASASINDO akan melakukan digitalisasi naskah melalui scanner khusus agar naskah bisa dicetak dan bisa dibaca melalui komputer.
Budaya Harus Dilestarikan
Selain Kaprodi BASASINDO, mahasiswa UNAIR juga mendapat sambutan baik oleh pegiat budaya yang ada di Desa Kemloko, Yuswinarko. Ia mengucapkan terima kasih kepada UNAIR yang konsisten berkontribusi dalam pelestarian budaya di Desa Kemloko sejak 2013. “Saya banyak mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar UNAIR yang telah bekerja sama dengan Desa Kemloko sejak 2013,” tuturnya.
Meskipun PKL kali ini akan menjadi PKL terakhir yang BASASINDO lakukan, Yuswinarko berharap agar silaturahmi antara UNAIR dan Desa Kemloko tetap terjalin seterusnya. “Terima kasih atas kontribusinya selama ini, kami pihak Desa Kemloko meminta maaf jika ada kesalahan,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Rizal Abdul Aziz
Editor: Yulia Rohmawati





