Ketua Bidang Pendidikan dan Kurikulum APSIPOL, Dr Indaru Setyo Nurprojo SIP MA menjelaskan mngenai kurikulum OBE (Foto: Humas APSIPOL).

Dorong Akreditasi Unggul, APSIPOL 2026 di UNAIR Bahas Standar Laboratorium dan Kurikulum OBE

26 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kegiatan Temu Nasional 1 Dekade Asosiasi Program Studi Ilmu Politik se-Indonesia (APSIPOL) 2026 resmi bergulir, dalam kegiatan tersebut terdiri dari beberapa rangkaian acara, salah satunya Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Acara tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Majapahit Hall, ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa – B UNAIR.

Laboratorium Berbasis Bukti

Anggota dewan penasihat APSIPOL, Luthfi Makhasin SIP MA PhD, menegaskan pentingnya penyusunan standar laboratorium berbasis bukti (evidence-based) yang dapat berguna untuk acuan bersama oleh program studi dan asesor. “Laboratorium bukan hanya pelengkap administrasi, melainkan jantung transformasi ilmu politik dalam menghasilkan sebuah solusi berbasis data,” jelasnya.

Luthfi memaparkan laboratorium ilmu politik membutuhkan tata kelola yang memenuhi syarat legalitas, struktur organisasi, SOP, modul, dan bukti sahih penggunaan. Kedudukan laboratorium yang terstruktur juga menjamin ketercapaian Indikator 60 IAPS untuk mendukung mutu prodi secara terukur. 

Dorong Akreditasi Unggul, APSIPOL 2026 di UNAIR Bahas Standar Laboratorium dan Kurikulum OBE
Dorong Akreditasi Unggul, APSIPOL 2026 di UNAIR Bahas Standar Laboratorium dan Kurikulum OBE

“Pembelajaran ilmu politik modern tidak bisa lagi berpatokan pada model konvensional. Pengembangan laboratorium ini menjadi acuan bersama agar prodi mudah mencapai predikat Unggul. Kita ingin laboratorium menjamin relevansi keilmuan kita di tengah pesatnya perkembangan ruang publik digital,” ujarnya.

Implementasi Kurikulum OBE

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kurikulum APSIPOL, Dr Indaru Setyo Nurprojo SIP MA, menjelaskan peralihan pembelajaran konvensional menuju OBE. Ia menekankan bahwa perancangan kurikulum OBE harus berangkat dari penetapan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang spesifik.

Indaru menilai fleksibilitas interpretasi CPL memberi ruang leluasa bagi setiap perguruan tinggi untuk mengembangkan pembelajarannya masing-masing. “Perspektif OBE dibalik, kita menentukan lulusan mau jadi apa baru merancang isi pembelajarannya. Kurikulum ini menekankan aspek keterampilan khusus profesi agar CPL tidak hanya aspek sikap semata,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, APSIPOL diharapkan dapat menciptakan rekomendasi yang adaptif bagi penyusunan dokumen evaluasi diri dan revisi kurikulum. “Forum ini menjadi wadah best practice antarprodi agar rumusan naskah yang disepakati bisa memudahkan implementasi kurikulum OBE di tempat masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Maulya Afifah Zahra

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top