Universitas Airlangga Official Website

Dosen dan Mahasiswa FKM Ikuti International Collaborative Workshop di UiTM Malaysia

Dosen dan Mahasiswa FKM UNAIR Ikuti International Collaborative Workshop di UiTM Malaysia (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kolaborasi internasional antara Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia terus diperkuat melalui kegiatan International Collaborative Workshop on Innovative Delivery & Learning yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di UiTM Cawangan Selangor, Kampus Puncak Alam, Malaysia. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara sivitas akademika UNAIR dan UiTM, khususnya dalam pengembangan pembelajaran inovatif, transformasi digital, penelitian, publikasi ilmiah, serta mobilitas akademik.

Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, kegiatan ini diikuti oleh tiga dosen, yakni Prof Ira Nurmala SKM MPH PhD, Prof Dr Lutfi Agus Salim, serta Dr Muthmainnah, bersama empat mahasiswa Program Sarjana Kesehatan Masyarakat. Keempat mahasiswa tersebut adalah Siti Mudmainah, Eunike Merry Crismatea, Fania Ayu Harsanti, dan Dina Kinanti Dewi.

Keempatnya mengikuti program Student Outbound Parttime di UiTM pada Senin-Jumat (10-14/8/2026). Sementara itu, dokumen kegiatan mencantumkan lokasi workshop di Dewan Anggerik Sari, Aras 3 Plaza Satelit B, UiTM Cawangan Selangor, Kampus Puncak Alam.

Pada hari pertama, Selasa (11/8/2026), peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan registrasi dan sarapan, kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan 360-Degree Video dalam Pendidikan serta workshop hands-on pembuatan konten 360-degree. Agenda berlanjut dengan sesi mengenai Virtual Learning and Immersive Learning Environment.

Pada sore harinya, Prof Ira Nurmala memberikan paparan mengenai praktik terbaik dalam inovasi pengajaran digital dan kolaborasi akademik internasional. Hari pertama kemudian ditutup dengan sesi dialog dan berbagi praktik terbaik antara UiTM dan UNAIR.

Memasuki hari kedua, Rabu (12/8), peserta mendapatkan pengenalan mengenai CIDL dan perannya dalam transformasi pembelajaran dan pengajaran (PdP), dilanjutkan dengan kunjungan inovatif ke Makerspace UiTM. Prof Dr Lutfi Agus Salim kemudian membawakan materi mengenai penguatan kolaborasi penelitian internasional dan pengembangan akademik berbasis bukti. Sementara itu, Dr Muthmainnah berbagi perspektif mengenai inovasi digital dan kecerdasan buatan dalam pendidikan dan pembangunan komunitas.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi strategis mengenai potensi kolaborasi UiTM–UNAIR di bidang penelitian, publikasi, dan mobilitas akademik, sebelum ditutup dengan sesi fotografi. Bagi UNAIR, kegiatan ini tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan selama dua hari. Pertemuan dengan UiTM diarahkan untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Kolaborasi yang dibahas mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan pembelajaran inovatif dan digital, mobilitas akademik, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Hal tersebut sejalan dengan agenda strategis yang tercantum dalam sesi diskusi UiTM–UNAIR mengenai penelitian, penerbitan, dan mobilitas akademik.

Sebagai tindak lanjut, lima dosen UiTM dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke UNAIR pada 30 Agustus–5 September 2026. Kunjungan tersebut akan diisi dengan kegiatan research fellow dan guest lecturer, sehingga kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan di Malaysia, tetapi berlanjut melalui aktivitas akademik secara langsung di UNAIR.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman bersama UiTM. Bagi kami, kolaborasi internasional bukan hanya tentang bertemu dan berbagi pengetahuan, tetapi bagaimana pertemuan ini dapat menghasilkan kerja sama yang nyata, baik dalam penelitian, pendidikan, maupun pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen,” ujar Prof Ira.

Menurutnya, pertemuan antara kedua institusi juga membuka peluang untuk mempertemukan berbagai keahlian dan perspektif dalam menghadapi tantangan pendidikan dan kesehatan masyarakat di era digital.

Semangat kolaborasi tersebut terlihat dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya berupa seminar, tetapi juga workshop, kunjungan fasilitas inovasi, pertukaran praktik baik, dan diskusi strategis mengenai peluang kerja sama lanjutan.

Kegiatan UNAIR–UiTM ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, melalui penguatan kualitas dan inovasi pembelajaran; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pemanfaatan teknologi digital, virtual learning, 360-degree video, dan artificial intelligence; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan internasional di bidang pendidikan dan penelitian.

Lebih jauh, kolaborasi ini menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, riset bersama, publikasi, pengembangan metode pembelajaran, dan penciptaan jejaring akademik yang berkelanjutan. Dengan adanya kunjungan balasan lima dosen UiTM ke UNAIR pada 30 Agustus–5 September 2026 melalui agenda research fellow dan guest lecturer, kerja sama kedua institusi diharapkan semakin konkret dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika, sekaligus membuka peluang lahirnya lebih banyak program kolaboratif di masa mendatang.

Penulis: Bian Shabri Putri Irwanto

Editor: Yulia Rohmawati