UNAIR NEWS – Kabar membanggakan baru saja datang dari rumpun humaniora. Keysa Azka Najhan, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) dinyatakan sebagai awardee beasiswa nasional Karya Salemba Empat (KSE) pada Jumat (14/8/2026). Sejak 2019, beasiswa atas inisiasi Yayasan Karya Salemba Empat tersebut telah menaungi lebih dari 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Selain benefit berupa uang saku, beasiswa KSE juga menyediakan program pengembangan diri bagi mahasiswa yang tergabung dalam paguyuban di kampus masing-masing.
“KSE tidak sekadar memberikan bantuan finansial berupa uang saku rutin sekitar Rp 10 juta per tahun, tetapi juga berfokus pada prinsip sharing, networking, and developing,” ungkapnya.
Menemukan Diri di Balik Proses Seleksi
Di balik pencapaiannya sebagai penerima beasiswa KSE, Keysa mengaku bahwa ia harus melewati proses menulis sembilan esai sekaligus tentang refleksi diri dan tujuan jangka panjang setelah menghabiskan masa studi. Awalnya, Keysa sempat bimbang, terlebih ia adalah mahasiswa semester lima yang belum sepenuhnya menentukan arah karir.
“Selama ini, saya cenderung hanya mengikuti berbagai kesempatan yang datang tanpa benar-benar memiliki arah karier atau tujuan yang pasti hingga lulus. Proses menulis sembilan esai tersebut membuat saya banyak merenung dan berpikir tentang diri saya sendiri,” ucapnya.
Tidak berhenti pada penulisan esai, beberapa tahapan seleksi juga dilaluinya, mulai dari seleksi berkas yang mencakup data diri, dokumen administrasi, transkrip nilai, serta daftar prestasi akademik dan nonakademik hingga wawancara. Dalam prosesnya, esai menjadi tahapan seleksi paling penting sebagai acuan bagi pewawancara untuk melihat konsistensi tulisan dengan jawaban peserta.
Makna Bergabung dengan KSE
Mengusung nilai sharing, networking, dan developing, Keysa menyebut beasiswa KSE selaras dengan visi pribadinya yakni, Bring History Beyond Creativity with Morality. Melalui visinya, Keysa ingin membawa sejarah melampaui batasan konvensional. Sejarah bukan lagi soal tulisan, melainkan juga soal membawa gagasan kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin membawa sejarah dengan mendobrak batas-batasnya. Jadi, sejarah tidak hanya soal menulis, tetapi juga soal menciptakan sesuatu,” tuturnya.
Bagi Keysa, beasiswa KSE turut membuka ruang bertukar ide dan memperluas jejaring antarmahasiswa dari berbagai fakultas. Proses tersebut tidak sekadar mendukungnya untuk tumbuh, tetapi juga mempersiapkan sumbangsihnya kepada masyarakat.
Ke depan, ia berharap agar penerima manfaat dari beasiswa KSE dapat lebih banyak, sehingga akan banyak juga mahasiswa yang berkesempatan tumbuh bersama Yayasan Karya Salemba Empat. Selain itu, Kesya juga menaruh harapannya agar KSE dapat memperluas pendanaan dan cakupan PTN mitra.
“Semoga semakin banyak mahasiswa yang bisa menerima manfaat dan mendapatkan peluang melalui KSE. Saya juga berharap KSE semakin berkembang dan memiliki kemampuan untuk memperluas pendanaannya, bahkan memperluas cakupan perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjadi mitra mereka,” pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah Putri I.
Editor: Yulia Rohmawati





