Universitas Airlangga Official Website

Dosis Lengkap Vaksinasi Hepatitis B pada Anak

Dosis Lengkap Vaksinasi Hepatitis B pada Anak
Sumber: Isotekindo

Hepatitis merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peradangan pada hati akibat infeksi virus. Indonesia dikategorikan sebagai kawasan dengan prevalensi virus hepatitis B sedang hingga tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia yang dilakukan pada tahun 2013, prevalensi HBsAg tercatat sebesar 7,1%. Vaksin hepatitis B merupakan komponen utama dalam pencegahan hepatitis B, dan di Indonesia, program vaksinasi hepatitis B untuk anak-anak telah dilaksanakan sejak tahun 1997. Program vaksinasi hepatitis B di Indonesia mencakup dosis awal yang diberikan dalam kurun waktu tujuh hari setelah kelahiran, diikuti oleh tiga dosis vaksin kombinasi yang mencakup difteri, tetanus, dan pertusis (DTP) yang diberikan selama bulan kedua, ketiga, dan keempat. Akan tetapi, cakupan vaksinasi hepatitis B masih rendah dan tetap rendah pada dosis kedua dan selanjutnya.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, proporsi dosis hepatitis B kelahiran mencapai 83,1%, tetapi kemudian menurun menjadi 65,4% (dosis kedua), 63,9% (dosis ketiga), dan 61,3% (dosis keempat).9 Demikian pula, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 melaporkan bahwa tren vaksinasi hepatitis B tetap rendah dari dosis kelahiran (85,1%) ke dosis selanjutnya (masing-masing 87,6%, 81,3%, dan 74,5% untuk dosis pertama, kedua, dan ketiga). Menariknya, persentase ini lebih rendah daripada vaksinasi DTP, meskipun diberikan secara bersamaan. Oleh karena itu, kami ingin mengevaluasi mengevaluasi cakupan vaksinasi hepatitis B pada anak-anak dan mengidentifikasi faktor-faktor potensial yang terkait di Indonesia.

Penelitian ini melibatkan 7.860 ibu Indonesia yang memiliki anak berusia 12-59 bulan, yang menyediakan data tentang status vaksinasi hepatitis B anak-anak mereka dan faktor-faktor relevan lainnya dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017. Secara keseluruhan, tingkat vaksinasi hepatitis B lengkap pada anak-anak relatif tinggi (89,8%). Beberapa faktor ditemukan terkait dengan vaksinasi hepatitis B lengkap pada anak-anak adalah tinggal di Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Kalimantan, dan Sulawesi dibandingkan dengan Sumatera; memiliki ibu yang lebih tua; memiliki orang tua dengan pendidikan menengah atau lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan; memiliki ibu yang bekerja; termasuk dalam status ekonomi menengah atau tinggi dibandingkan dengan status ekonomi rendah; memiliki ibu yang menggunakan media secara tidak teratur atau teratur, dibandingkan dengan yang tidak pernah menggunakan media; memiliki asuransi kesehatan; dan memiliki keluarga yang lebih besar.

Temuan-temuan ini menyoroti perlunya intervensi lebih lanjut untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi hati pada anak-anak, yang harus didukung oleh para pembuat kebijakan kesehatan. Perlu perluasan cakupan layanan vaksinasi ke daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan sebagai intervensi penting dalam meningkatkan cakupan vaksinasi anak, karena hal ini juga berdampak pada pengurangan beban transportasi ibu saat membawa anaknya ke layanan kesehatan. Selain itu, sosialisasi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah agar informasi mengenai manfaat vaksinasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Penulis: Erni Astutik, S.K.M., M.Epid

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/complete-dose-of-hepatitis-b-vaccination-among-children-in-indone

Baca juga: