Universitas Airlangga Official Website

Dosis Optimal Aplikasi Probiotik pada Budidaya Lele Sistem Resirkulasi

Foto by Teras7.com

Resirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu sistem alternatif yang banyak digunakan para pembudidaya. Pasalnya, dengan sistem RAS memungkinkan kondisi air tetap terjaga tanpa memerlukan banyak pergantian air karena limbah organik pada air media budidaya akan diolah menggunakan filter untuk digunakan kembali. Salah satu komponen penting dalam filter budidaya sistem RAS adalah bakteri (filter biologi).

Kandungan bakteri dalam air berperan untuk mendekomposisi tumpukan bahan organik hasil dari pakan yang tidak termakan, feses, kematian plankton dan metabolisme ikan selama budidaya. Untuk menjaga ketersediaan bakteri, umumnya petambak menggunakan probiotik. Namun dosis optimal probiotik dalam budidaya sistem RAS masih belum banyak diteliti sehingga penelitian ini dilakukan.

Penelitian dilakukan menggunakan ikan lele (Clarias sp.) dengan ukuran 10-11 cm dengan berat 7,5 – 9 gram. Lele dipilih karena merupakan komoditas yang banyak dibudidayakan.

Ikan lele dibudidayakan selama 30 hari menggunakan sistem RAS dengan kepadatan 2 ikan/liter. Penelitian menggunakan perlakuan berupa 5 dosis probiotik yang berbeda pada tiap perlakuan. Adapun probiotik yang digunakan mengandung bakteri Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp.dengan kepadatan 1 x 1011 CFU/L. Kemudian diamati kandungan bahan organik total (BOT), tingkat kelulushidupan (SR) dan parameter kualitas air sebagai pendukung selama satu minggu sekali.

Berdasarkan hasil yang didapat, Pemberian dosis probiotik sebanyak 1 mL/Liter memiliki efek yang paling signifikan terhadap penurunan BOT dan peningkatan tingkat kelulushidupan ikan lele. Dosis 1 ml/L mampu mereduksi BOT hingga 34,07 mg/L dan meningkatkan SR hingga 85%. Hal ini terjadi karena kelimpahan bakteri dalam air erat kaitannya dengan kandungan bahan organik dalam tambak. Hal ini karena bakteri Nitrosomonas sp. dapat bekerja efektif dalam mendekomposisi bahan organik dalam air.

Sementara pada dosis 1,5 ml/L dan 2 ml/L menghasilkan nilai BOT tertinggi dan perlakuan kontrol (0 ml/L) menghasilkan SR terendah yakni 71,25 %. Hal ini terjadi karena kandungan bakteri yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan bahan organik dalam tambak juga semakin tinggi. Sementara pada perlakuan kontrol memiliki nilai SR yang paling rendah karena minimnya penggunaan probiotik yang juga dapat meningkatkan imunitas ikan lele.

Penulis: Boedi Setya Rahardja, Ir.,M.P

Artikel lengkap dapat diakses pada ;

Paranita, A., & Rahardja, B. S. (2022, July). Effect of probiotics addition on total organic matter and survival rate of catfish (Clarias sp.) maintenance using recirculating aquaculture system (RAS). In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012089). IOP Publishing.

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012089/pdf