Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Dukung Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan, Peneliti UNAIR Petakan Kebutuhan dan Ketersediaan Air Kota Kediri

13 Views•2 minutes read

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung pertumbuhan penduduk dan pembangunan Kota Kediri. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap layanan air bersih juga terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut mendorong perlunya perencanaan penyediaan air bersih yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sumber air baku dalam jangka panjang. Kajian mengenai kebutuhan dan ketersediaan air menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Kota Kediri.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti Universitas Airlangga (UNAIR) menganalisis
kebutuhan dan ketersediaan air bersih Kota Kediri melalui proyeksi hingga tahun
2043. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih diproyeksikan
mencapai sekitar 618,52 L/detik padatahun 2043, sementara kapasitas penyediaan saat ini sekitar 228 L/detik. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas penyediaan air yang perlu diantisipasi melalui pengembangan sistem secara bertahap. Proyeksi kebutuhan air tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan pelayanan air bersih Kota Kediri.

Salah satu sumber air yang memiliki potensi penting untuk mendukung penyediaan air bersih Kota Kediri adalah SungaiBrantas. Debit Sungai Brantas di wilayah Kediri tercatat sekitar 106,94 m3/detik sehingga dapat menjadi salah satu alternatif sumber air baku dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan secara terencana dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya air dan kebutuhan pengguna lainnya. Pengelolaan sumber air baku yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat pada masa mendatang.

Selain ketersediaan sumber air baku, peningkatan cakupan pelayanan dan pengurangan kehilangan air juga menjadi aspek penting dalam pengembangan sistem penyediaan air bersih. Kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) dapat mengurangi efektivitas sistem karena tidak seluruh air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan. Pengurangan NRW secara bertahap sebesar 1% per tahun dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan mengoptimalkan kapasitas air yang telah tersedia. Upaya tersebut perlu dilakukan bersama dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pelayanan untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan air.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih Kota Kediri memerlukan perencanaan jangka panjang yang mengintegrasikan proyeksi kebutuhan air, kapasitas pelayanan, efisiensi distribusi, dan ketersediaan sumber air baku. Optimalisasi pemanfaatan Sungai Brantas dan pengurangan kehilangan air juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan air Kota Kediri. Melalui pengelolaan yang terpadu dan berkelanjutan, akses masyarakat terhadap layanan air bersih diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Oleh: Dr. Nurina Fitriani, S.T., Dosen Prodi S1 Teknik Lingkungan, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga

Link Artikel: https://doi.org/10.1525/cse.2026.2895783

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top