Pendahuluan
Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sangat umum, memengaruhi hampir seluruh populasi dunia. Upaya pencegahan utama dilakukan melalui penyikatan gigi dan penggunaan benang gigi. Namun, kedua metode ini hanya dapat membersihkan sekitar seperempat permukaan rongga mulut. Oleh karena itu, penggunaan obat kumur sebagai kontrol plak kimia menjadi langkah tambahan yang efektif. Sebagian besar obat kumur yang beredar di pasaran mengandung alkohol yang berfungsi sebagai pelarut, penstabil, dan pengawet. Meskipun alkohol memiliki peran dalam meningkatkan efektivitas antimikroba, keberadaannya juga dapat memengaruhi integritas bahan restoratif gigi seperti resin komposit. Alkohol diketahui dapat melemahkan matriks resin dan meningkatkan keausan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh obat kumur yang mengandung alkohol terhadap kekasaran permukaan resin komposit nanohibrid.
Metode
Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 27 sampel silindris dari resin komposit nanohibrid (Filtek Z250 XT, 3M). Sampel dibagi menjadi tiga kelompok (masing-masing 9 sampel): 1) direndam dalam obat kumur mengandung alkohol 21,6%, 2) direndam dalam obat kumur tanpa alkohol, dan 3) direndam dalam larutan saline sebagai kontrol. Setiap sampel mengalami 12 siklus perendaman selama 1 menit per hari selama 30 hari, dengan penyimpanan di air suling 37°C di antara siklus. Setelah perlakuan, kekasaran permukaan (Ra) diukur menggunakan alat Mitutoyo SJ-201 Surface Roughness Tester. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Tukey HSD dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil Penelitian
Rata-rata nilai kekasaran permukaan untuk kelompok obat kumur beralkohol adalah 0,41 ± 0,12 µm, sedangkan kelompok tanpa alkohol dan kontrol masing-masing sebesar 0,29 ± 0,08 µm dan 0,29 ± 0,06 µm. Hasil analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p = 0,01). Uji Tukey menunjukkan bahwa perendaman dalam obat kumur beralkohol menghasilkan kekasaran permukaan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dua kelompok lainnya.
Pembahasan
Peningkatan kekasaran permukaan resin komposit akibat paparan alkohol disebabkan oleh efek dehidrasi dan degradasi pada jaringan polimer. Alkohol dapat merusak ikatan siloksan antara matriks resin dan partikel pengisi, menyebabkan pelepasan partikel serta terbentuknya mikroretakan pada permukaan. Selain itu, kombinasi alkohol dan air dapat mempercepat proses hidrolisis ester pada matriks resin, mengakibatkan penurunan kekerasan dan daya tahan aus bahan restorasi. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa larutan mengandung alkohol dapat meningkatkan kekasaran dan menurunkan ketahanan aus resin komposit. Namun, penelitian lain menunjukkan hasil berbeda tergantung jenis komposit, konsentrasi alkohol, serta durasi paparan. Dalam konteks klinis, peningkatan kekasaran permukaan dapat memperbesar risiko akumulasi plak, perubahan warna, dan iritasi jaringan lunak di sekitar restorasi. Oleh karena itu, pemilihan obat kumur tanpa alkohol dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi pasien dengan restorasi resin komposit.
Kesimpulan
Paparan resin komposit nanohibrid terhadap obat kumur yang mengandung alkohol menyebabkan peningkatan kekasaran permukaan yang signifikan dibandingkan obat kumur tanpa alkohol maupun larutan saline. Kondisi ini berpotensi menurunkan performa klinis dan estetika bahan restorasi gigi akibat degradasi permukaan serta penurunan ketahanan aus. Oleh karena itu, disarankan agar dokter gigi mempertimbangkan efek bahan kimia dalam obat kumur sebelum merekomendasikannya kepada pasien dengan restorasi resin komposit.
Sumber: Anggi, P., & Adioro, S. (2025). Effect of an alcohol containing-mouthwash on the surface roughness of a nanohybrid composite resin. Journal of Dental Materials and Techniques, 14(3), 147-151.
Penulis: Prof. Dr. Adioro Soetojo, drg., Sp.KG., M.S.





