Gangguan kognitif adalah ketika seseorang memiliki kesulitan dalam mengingat, mempelajari hal baru, berkonsentrasi, atau membuat keputusan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Usia merupakan faktor resiko terbesar dari gangguan kognitif ini, dan dengan meningkatnya usia harapan hidup, jumlah manusia yang hidup dengan gangguan kognitif diperkirakan akan meningkat drastis. Lebih dari separuh wanita dilaporkan mengalami gangguan tersebut dibandingkan dengan pria. Gangguan kognitif dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan kemampuan bersosialisasi. Gangguan kognitif juga banyak memakan biaya. Studi menunjukkan bahwa latihan fisik dapat memperbaiki fungsi kognitif pada proses penuaan normal. Keuntungan kognitif dari latihan ditemukan terutama pada kontrol eksekutif, seperti perencanaan, atensi, dan inhibisi respon untuk menjaga kemandirian.
Exergame merupakan alternatif baru dari pendekatan rehabilitasi yang bertarget pada latihan bermacam-macam komponen fisik dan kognitif dalam bentuk latihan interaktif berbasis-permainan. Latihan interaktif tersebut menggunakan platform yang memerlukan pengguna untuk menggerakkan tubuhnya untuk menyelesaikan tugas yang ditampilkan melalui video game. Exergame telah terbukti sebagai permainan yang berpotensi meningkatkan aktivitas, terutama pada individu yang kurang aktif, termasuk lansia. Hal ini didukung oleh sifat exergame yang cukup menarik karena dapat memberikan interaksi dan umpan balik nyata pada pengguna, yang dapat meningkatkan motivasi dan kepatuhan latihan. Exergames, juga dapat mendeteksi pergerakan tubuh yang bermacam-macam seperti melompat, menendang dan meninju, yang mendorong pemain untuk semakin terlibat dalam permainan dan memenangkannya. Exergame dapat berupa simulasi olahraga seperti boxing, tenis, bowling, golf, tenis meja dan sebagainya. Pada permainan tersebut, pemain dapat sambil menggenggam remote atau menggunakan pendeteksi gerakan, lalu pemain menggerakkan lengan dan kakinya untuk punch, block atau swing.
Berdasarkan beberapa studi pendahulu di atas, Nadia Rizki Rahmawati, Damayanti Tinduh, Yudith Dian Prawitri, Budi Utomo melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis efek penambahan exergame boxing terhadap fungsi kognitif lansia wanita. Exergame Xbox 360 Kinect Sports: Boxing yang digunakan untuk permainan tinju virtual dalam penelitian ini adalah contoh eye-hand coordination melalui lingkungan virtual dalam bentuk game yang melibatkan aktivitas feedforward dan feedback pada sistem saraf pusat. Exergames terdiri dari adanya usaha fisik yang meningkatkan rekrut otot sehingga terjadi tegangan serat otot dan menyebabkan peningkatan sintesis BDNF yang dibawa menuju otak. Hal ini akan memicu proses motor learning yang dapat meningkatkan neuroplastisitas pada otak yang dapat menghambat proses penurunan kognitif pada lansia. Selain itu, juga terjadi perbaikan kesehatan dan fungsi otak dengan perbaikan dari vaskularisasi dan aliran darah otak, penurunan neuroinflamasi, dan regulasi stres oksidatif, serta pelepasan neurotransmitter.
Mekanisme perbaikan fungsi kognitif ini dapat dinilai menggunakan skor MoCa-Ina (Montreal Cognitive Assessment-Indonesia).Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan pre and post-test randomized control group. Tiga puluh subjek lansia wanita kemudian dibagi dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, dengan masing-masing kelompok terdiri atas 15 orang. Peserta pada kelompok perlakuan mendapatkan exergame boxing yang dilakukan sebanyak tiga kali per minggu selama 8 minggu. Peserta pada kedua kelompok juga mengikuti latihan aerobik intensitas ringan yang diprogramkan oleh Panti Griya Werdha sebanyak lima kali seminggu selama ±15 menit. Pemeriksaan MoCA-Ina dilakukan pada awal dan setelah delapan minggu perlakuan.
Salah satu simpulan hasil pada penelitian ini adalah bahwa penambahan exergame boxing pada latihan aerobik intensitas ringan selama delapan minggu dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia wanita. Exergame boxing dapat memberikan intensitas aktivitas ringan hingga berat, dimana dapat disesuaikan dengan keperluan individu yang menggunakan. Latihan aerobik dengan intensitas ringan dan sedang dapat memperbaiki fungsi kognitif, namun kadar intensitas yang lebih tinggi dari latihan berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif. Intensitas yang lebih tinggi dari aktivitas mengakibatkan peningkatan fungsi sistem kardiovaskular yang dapat meningkatan aliran darah ke otak sehingga meningkatkan transport oksigen pada otak. Metabolisme otak yang meningkat selama pemrosesan kognitif, memerlukan peningkatan pasokan oksigen pada otak sehingga peningkatan oksigen dapat berefek positif pada performa kognitif lansia. Selain itu, exergames memberikan efek positif terhadap beberapa fungsi kognitif, terutama waktu reaksi, atensi, memori, dan kognisi global. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kognitif dan plastisitas neural akan dipertahankan hingga titik tertentu dalam proses penuaan. Permainan dalam latihan ini memerlukan subjek untuk mengintegrasikan sumber-sumber yang memerlukan atensi (atensi visual, terbagi, dan pergantian), kemampuan visual-motor, kecepatan pemrosesan, visuospasial, dan fungsi eksekutif.
Hal tersebut juga dapat dipengaruhi oleh Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF) dimana peningkatan BDNF menunjukkan bahwa latihan dapat memberikan manfaat kognitif melalui jalur biomarker yang terkait dengan efek neurotropik. BDNF dilepas oleh otot skeletal dalam kondisi stres fisiologis yang dipicu oleh latihan. Kontraksi otot skeletal meningkatkan ekspresi BDNF intramuskular, yang memiliki kemampuan untuk memasuki sirkulasi dan dibawa menuju otak kemudian menstimulasi diferensiasi dan proliferasi neuron. Dengan adanya studi ini disertai adanya beberapa studi pendahulu yang menilai efek penambahan exergame dibandingkan dengan latihan fisik lainnya, diharapkan pemberian exergame lebih banyak digunakan sebagai tambahan latihan bagi lansia wanita pada kehidupan sehari-hari.
Penulis: Nadia Rizki Rahmawati, Damayanti Tinduh, Yudith Dian Prawitri, Budi Utomo
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Berikut judul dan link artikel:
Judul : Effect of boxing exergame addition on cognitive function of elderly women





