Prevalensi trauma kimia mata mencapai 22% dari seluruh trauma mata. Dua pertiga trauma kimia pada mata disebabkan oleh alkali, dan sisanya disebabkan oleh asam dan alkohol. Insiden trauma kimia mata lebih tinggi pada pria. Trauma kimia mata merupakan keadaan darurat yang memerlukan evaluasi dan pengobatan segera.
Salah satu bahan kimia yang sering menyebabkan trauma kimia pada mata adalah zat basa (misalnya natrium hidroksida/NaOH), yang memiliki sifat lipofilik sehingga dapat menembus mata lebih cepat dan lebih berbahaya dibandingkan asam. Kerusakan kornea dengan lingkungan hipoksia lokal seperti pada trauma kimia dapat meningkatkan ekspresi VEGF dan meningkatkan proses inflamasi lokal yang melibatkan beberapa sitokin yang dapat merangsang migrasi sel epitel kornea dan membantu penutupan luka, seperti IL-6.
Salah satu pengobatan trauma kimia mata adalah dengan pemasangan membran Platelet Rich Fibrin (PRF) yang mengandung banyak faktor pertumbuhan penting dalam proses penyembuhan luka. Pengukuran ekspresi VEGF dan IL-6 secara teori dapat digunakan untuk membantu mengetahui efek penyembuhan membran PRF pada trauma kimia alkali kornea akibat NaOH.
Penulis: Dr. Reni Prastyani, dr., Sp.M.
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://jmpcr.samipubco.com/article_208306.html





