Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas dan tantangan pengajaran online guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dalam krisis COVID-19. Penelitian ini berfokus pada persepsi dan pengalaman guru bahasa Inggris di Jawa Timur, Indonesia, selama pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, termasuk kuesioner survei dan wawancara semi terstruktur, untuk mengumpulkan data dari 60 guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Jawa Timur.
Guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing menghadapi beberapa tantangan dalam menerapkan pengajaran online selama pandemi. Tantangan utama yang dihadapi mencakup permasalahan teknis, seperti buruknya konektivitas internet dan kurangnya akses terhadap perangkat digital, serta permasalahan pedagogi, seperti kesulitan dalam mempertahankan keterlibatan dan motivasi siswa. Guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing harus menyesuaikan strategi pengajaran mereka agar sesuai dengan lingkungan online, seperti menggunakan lebih banyak alat bantu visual dan aktivitas interaktif untuk meningkatkan pembelajaran siswa.
Terlepas dari tantangan yang ada, penelitian ini menemukan bahwa guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing secara umum menganggap pengajaran online efektif dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Pengajaran online memberikan peluang untuk pembelajaran yang lebih fleksibel dan personal, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi siswa. Studi ini juga menemukan bahwa guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dapat menggunakan pengajaran online untuk mengembangkan keterampilan literasi digital mereka dan meningkatkan pengembangan profesional mereka.
Pengajaran online telah menjadi alat penting bagi guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di tengah krisis COVID-19, dan berpotensi mengubah cara pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di masa depan. Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut dan dukungan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dalam menerapkan pengajaran online, khususnya di negara-negara berkembang yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran untuk mengumpulkan data dari 60 guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini melibatkan 150 guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur untuk mengumpulkan data. Kuesioner terdiri dari dua puluh lima pertanyaan dengan tujuh kategori: kontak siswa-fakultas, kerjasama antar siswa, pembelajaran aktif, umpan balik yang cepat, waktu mengerjakan tugas, ekspektasi yang tinggi, dan beragam bakat dalam cara belajar, yang dikirimkan kepada 150 guru bahasa Inggris. Wawancara semi-terstruktur dengan dua puluh lima guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing berfokus pada tantangan dan tindakan guru Bahasa Inggris untuk menghadapi tantangan selama implementasi pengajaran online. Untuk menganalisis data kuantitatif, peneliti menggunakan statistik deskriptif, dan untuk data kualitatif, peneliti mentranskripsikan hasil wawancara semi terstruktur dan dilanjutkan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Penutup:
Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang persepsi dan pengalaman guru EFL di Jawa Timur, Indonesia, selama pandemi COVID-19. Studi ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh guru EFL dalam menerapkan pengajaran online, serta potensi manfaat pengajaran online untuk pembelajaran siswa dan pengembangan profesional guru. Studi ini menyimpulkan bahwa pengajaran online telah menjadi alat penting bagi guru EFL dalam krisis COVID-19, dan diperlukan penelitian dan dukungan lebih lanjut untuk mengatasi tantangan yang dihadapi guru EFL dalam menerapkan pengajaran online.
Nama Penulis: Dr. Nur Hidayat, M.Pd., Dr. Nadya Afdholy, S.Hum., M.Pd., M.Hum., Dr. Yudhi Arifani, M.Pd.





