Persepsi mahasiswa mengenai metode pembelajaran ESP (English for Specific Purposes) yang paling memotivasi dan tidak memotivasi di lingkup Pendidikan vokasi sangat berpengaruh pada hasil pembelajaran. Motivasi adalah faktor utama yang menentukan kesuksesan dalam menguasai bahasa asing. Ini karena motivasi adalah atribut pribadi yang mendorong mahasiswa dalam proses belajar bahasa asing yang kompleks. Bahkan mahasiswa yang cerdas pun akan kesulitan tanpa motivasi yang memadai. Tanpa motivasi, tidak ada kurikulum atau metode pembelajaran yang dapat menjamin keberhasilan mahasiswa dalam menguasai bahasa asing. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi mampu mengatasi hambatan tersebut bahkan tanpa bantuan kurikulum atau metode pembelajaran yang sempurna.
Keberhasilan mahasiswa dalam belajar bahasa asing sangat bergantung pada kemampuan dosen atau instruktur bahasa dalam menerapkan metode pembelajaran yang mendorong motivasi. Strategi motivasi merupakan cara dosen atau instruktur membantu mahasiswa merasa termotivasi dalam pembelajaran. Untuk menciptakan lingkungan yang memotivasi, ada tiga faktor penting: hubungan positif antara dosen dan mahasiswa, suasana kelas yang menyenangkan, dan kelompok belajar yang koheren. Dosen perlu memahami tujuan dan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran agar dapat menerapkan strategi yang sesuai.
Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan persepsi dari 163 mahasiswa vokasi tentang metode pembelajaran ESP yang mereka anggap memotivasi atau tidak. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi metode yang efektif dalam meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menguasai bahasa asing. Dari hasil penelitian, ditemukan lima metode pembelajaran yang memotivasi dan lima yang tidak. Metode pertama yang memotivasi adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, yang membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan dalam kelas. Metode kedua adalah memberikan instruksi yang jelas untuk membantu mahasiswa fokus dan mengurangi kebingungan. Metode ketiga adalah komitmen dosen yang positif, yang berdampak pada sikap positif mahasiswa. Metode keempat adalah menggunakan humor dalam pembelajaran, yang membuat suasana kelas lebih menyenangkan. Terakhir, hubungan baik antara dosen dan mahasiswa juga berperan penting dalam memotivasi.
Di sisi lain, ada lima metode yang dianggap tidak memotivasi. Metode pertama adalah meyakinkan mahasiswa bahwa kesalahan adalah hal yang wajar, yang tidak sesuai dengan budaya penilaian dalam pendidikan tinggi. Metode kedua adalah memberikan tugas yang terlalu sulit, yang dapat meningkatkan kecemasan mahasiswa. Metode ketiga adalah kerja kelompok, yang dapat menyebabkan konflik dan menurunkan motivasi. Metode keempat adalah melibatkan pengalaman pribadi dalam tugas, yang dianggap tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Terakhir, memberikan berbagai macam materi dianggap tidak efektif karena dapat membuat mahasiswa merasa overwhelmed.
Secara keseluruhan, lima metode yang memotivasi berfokus pada menciptakan lingkungan yang menyenangkan, sementara lima metode yang tidak memotivasi berkaitan dengan tugas yang sulit dan pemberian materi yang berlebihan.
Oleh Lutfi Ashar Mauludin, S.Pd., M.A., M.Pd.
Informasi detail dari artikel ini dapat dibaca lebih lengkap pada publikasi ilmiah berikut :
Mauludin, L. A., Sefrina, L. R., Ardianti, T. M., Prasetyo, G., Prassetyo, S., & Putri, C. I. (2023). An Investigation of the Students’ Perceptions of Motivating Teaching Strategies in English for Specific Purposes Classes. Journal of University Teaching & Learning Practice, 20(6). https://doi.org/10.53761/1.20.6.5
To link to this article https://ro.uow.edu.au/jutlp/vol20/iss6





