Universitas Airlangga Official Website

Efektivitas Ekstrak Biji Kakao Sebagai Adjuvan Paracetamol pada Skala Nyeri dan TNF-α pada Nyeri Neuropatik

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Nyeri neuropatik merupakan kondisi yang diakibatkan oleh kerusakan pada sistem saraf somatosensorik, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis pasien. Dengan prevalensi global yang diperkirakan mencapai 3 hingga 13%, nyeri neuropatik dapat diperburuk oleh kondisi seperti diabetes, herpes zoster, atau nyeri pasca-operasi. Salah satu pengobatan yang umum digunakan untuk nyeri neuropatik adalah paracetamol. Namun, meskipun efektif, paracetamol terkadang tidak memberikan efek yang optimal pada semua pasien. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi ekstrak biji kakao sebagai adjuvan paracetamol dalam mengurangi nyeri neuropatik. Ekstrak biji kakao kaya akan polifenol, yang dikenal memiliki efek antiinflamasi dengan menghambat produksi TNF-α, sebuah sitokin pro-inflamasi yang berperan penting dalam patofisiologi nyeri neuropatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi ekstrak biji kakao dan paracetamol terhadap skala nyeri dan kadar TNF-α pada model nyeri neuropatik tikus.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan model kontrol post-test hanya. Sebanyak 28 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi empat kelompok secara acak: kelompok kontrol (G0), kelompok yang hanya diberi paracetamol (G1), kelompok yang diberi kombinasi ekstrak biji kakao dan paracetamol (G2), dan kelompok yang diberi setengah dosis paracetamol dan ekstrak biji kakao (G3). Nyeri neuropatik pada tikus diinduksi dengan metode cedera konstriksi kronis (CCI) pada saraf sciatic kanan. Setelah penginduksian nyeri, masing-masing kelompok diberi perlakuan selama tujuh hari, di mana tingkat nyeri diukur menggunakan metode Von Frey dan kadar TNF-α diukur menggunakan ELISA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan dengan kombinasi ekstrak biji kakao dan paracetamol (G2) menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam skala nyeri dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok yang hanya diberi paracetamol (p < 0,001). Skor nyeri rata-rata pada kelompok G0 adalah 4,20 ± 0,45 gf, sedangkan pada G2 turun menjadi 3,62 ± 0,36 gf. Pemberian ekstrak biji kakao juga berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar TNF-α, dengan rata-rata TNF-α pada kelompok G0 adalah 112,96 ± 10,54 ng/mL, sementara pada kelompok G2 turun menjadi 64,28 ± 8,71 ng/mL (p < 0,001). Korelasi signifikan ditemukan antara penurunan skala nyeri dan penurunan kadar TNF-α (r = 0,875, p < 0,001).

Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak biji kakao dapat meningkatkan efek analgesik paracetamol pada nyeri neuropatik, dengan menunjukkan penurunan yang signifikan pada skala nyeri dan kadar TNF-α. Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kakao mengandung senyawa polifenol yang dapat menghambat reaksi inflamasi dan mengurangi produksi TNF-α. Meskipun pemberian paracetamol saja sudah efektif, kombinasi dengan ekstrak biji kakao memperlihatkan hasil yang lebih baik dalam mengurangi nyeri. Penurunan kadar TNF-α yang signifikan pada kelompok G2 menunjukkan bahwa ekstrak biji kakao dapat mengurangi inflamasi, yang merupakan salah satu mekanisme penting dalam nyeri neuropatik.

Kombinasi ekstrak biji kakao dengan paracetamol terbukti efektif dalam mengurangi nyeri neuropatik pada model hewan, baik dari segi penurunan skala nyeri maupun kadar TNF-α. Ekstrak biji kakao sebagai adjuvan paracetamol dapat menjadi pilihan terapeutik yang potensial untuk meningkatkan pengelolaan nyeri neuropatik. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan uji klinis pada manusia diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.

Penulis: Herdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.An-TI., FIP

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.phcogj.com/article/2429

Ammar FM, Waloejo CS, Putri HS, Santoso KH, Airlangga PS, Utomo B. Effect of Cacao Bean Extract as a Paracetamol Adjuvant on Pain Scale and Tumor Necrosis Factor-Alpha in Neuropathic Pain: An Animal Model Study. Pharmacognosy Journal. 2024 Nov 1;16(6):1336–41.