Pertumbuhan ayam broiler sangat bergantung pada pakan karena hasil akhir pemeliharaan ayam broiler merupakan cerminan dari cara pemberian pakan dan pemeliharaan ayam. Kebutuhan pakan pada ayam tergantung strain, umur, besar dan aktivitas ayam, serta suhu lingkungan, kecepatan tumbuh, kesehatan dan imbangan zat pakan. Hal lain yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ayam adalah imbuhan pakan (feed additive) yaitu bahan yang dicampurkan dalam pakan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. Imbuhan pakan meliputi antibiotika, enzim, probiotik, asam organik, flavor, pewarna dan antioksidan. Antibiotik banyak digunakan sebagai imbuhan pakan, dengan prinsip kerja mengurangi populasi bakteri dalam saluran pencernaan maka meningkatkan ketersediaan dan penyerapan zat gizi pakan sehingga memacu pertumbuhan ayam. Penggunaan antibiotic sebagai Antibiotic Growth Promoter (AGP) berpotensi menimbulkan resistensi antibiotik dan residu pada produk ternak yang membahayakan konsumen. AGP juga menyebabkan infeksi bakteri patogen menjadi resisten sehingga dapat menurunkan performa ayam broiler.
Tanaman herbal diharapkan dapat menggantikan fungsi antibiotik dalam meningkatkan produktifitas dan efisiensi penggunaan pakan ternak, khususnya bahan herbal yang memiliki aktivitas antibakteri seperti tanaman Ketapang (Terminalia catappa Linn.), selain itu tanaman ketapang bermanfaat sebagai anti inflamasi, antioksidan, hepatoprotektor, antidiabetes serta antikanker. Ekstrak ketapang bersifat antibakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) secara invitro baik dengan metode MIC maupun MBC pada dosis 5% sudah tidak terjadi pertumbuhan bakteri APEC. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian secara in vivo pada ayam layer menunjukkan hasil bahwa pada dosis 10% ekstrak Ketapang memberikan hasil terbaik pada performan produksi ayam layer yang diinfeksi bakteri APEC meliputi rasio konversi pakan dan hen day production. Senyawa bioaktif dalam ekstrak ketapang yang berperanan sebagai antibakteri yaitu tannin, saponin dan flavonoid. Selain itu, ketapang juga mengandung senyawa fenol, tanin, flavon, flavonol, flavonoid, and triterpenes sterol. Senyawa flavonoids yang dijumpai pada Ketapang mampu meningkatkan kerja sel imun baik imun alami maupun imun adaptif sehingga mampu meningkatkan respon imun pada ayam yang mengakibatkan meningkatnya derajat kesehatan ayam. Selain itu, flavonoid juga membantu dalam meregulasi imun di dalam usus halus sehingga hal ini dapat membantu menjaga imunitas dan homeostasis di dalam usus halus. Hal ini penting oleh karena kesehatan usus halus akan sangat membantu dalam penyerapan unsur nutrisi dari pakan di usus halus untuk menunjang pertumbuhan broiler. Performa ayam broiler dapat dilihat dari jumlah konsumsi pakan, pertambahan berat badan ayam serta konversi pakan. Nilai konversi pakan didapat dari perbandingan antara konsumsi pakan dengan pertambahan berat badan ayam selama masa pemeliharaan. Semakin tinggi nilai konversi pakan hal ini menunjukkan makin banyak pakan yang dibutuhkan untuk menambah berat badan, dan sebaliknya. Dari penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa pemberian ekstrak Ketapang pada ayam broiler ternyata mampu meningkatkan berat badan ayam serta menurunkan konversi pakan dibanding kelompok ayam yang tidak diberi ekstrak Ketapang.
Namun kandungan alkaloid dan saponin dalam tanaman Ketapang juga dapat menyebabkan disintegrasi membran eritrosit, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada sel eritrosit, dan seperti diketahui di dalam eritrosit terdapat komponen Hemoglobin yang berperanan penting pada sistem transport oksigen di dalam darah untuk kepentingan metabolisme di dalam sel. Ternyata dari penelitian ini terbukti bahwa pemberian ekstrak Ketapang pada ayam broiler tidak dapat menurunkan kadar eritrosit serta hemoglobin, sehingga tidak mempengaruhi profil kesehatan ayam.
Penulis: Dr. Kadek Rachmawati, drh., M.Kes.





