Salah satu penyebab kematian ibu hamil adalah preeklampsia. Selain itu preeklampsia juga menyebabkan kelahiran premature dan berat badan lahir rendah di negara berkembang. Keadaan preeklampsia juga bisa menyebabkan penyakit kronis seperti kardiovaskular dan ginjal pada ibu nifas. Preeklampsia merupakan suatu kondisi yang menyerang ibu hamil dengan tekanan darah normal atau hipertensi kronis sejak minggu ke-20 kehamilan. Sekitar 76.000 wanita dam 500.000 bayi meninggal dunia tiap tahunnya akibat preeklampsia. Wanita hamil dengan preeklampsia sering menunjukkan lebih banyak keluhan kesehatan dibandingkan dengan kehamilan tanpa komplikasi, dan mereka mungkin menderita masalah psikologis dan fisik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau efektivitas konseling psikoedukasi pada ibu hamil dengan preeklampsia. Metode penelitian ini menggunakan pedoman PRISMA, database dari Scopus, PubMed dan ScienceDirect, diterbitkan 2016 hingga 2020, menghasilkan 65 artikel. Kata kunci diambil dari Medical Subject Heading (Mesh). Hasil penelitian menunjukkan intervensi yang diberikan selama masa pengobatan berkisar dari kelompok konseling cognitive-behavioral yang mendapatkan empat sesi konseling 1,5 jam dan konseling berfokus solusi yang mendapatkan tiga sesi konseling 1,5 jam yang diadakan setiap minggu.
Fungsi dari kunjungan atau konseling tersebut adalah mencegah kekambuhan dan modifikasi resiko preeklamsia seperti hipertensi ibu, kontrol glikemik, dan obesitas, sehingga kontrol tekanan darah yang ketat bersamaan dengan modifikasi gaya hidup harus dilakukan sebelum konsepsi. Studi lain mengevaluasi efektivitas program e-konseling mandiri (REACH) dirancang untuk mempromosikan perilaku perawatan diri untuk manajemen hipertensi dan hasilnya efektif terhadap kontrol pada tindak lanjut selama 12 bulan. Studi lain menemukan wanita dengan preeklampsia menunjukkan bahwa terapi kognitif-perilaku, pendidikan kesehatan dan perawatan mental secara signifikan dapat mengurangi tingkat kecemasan. Isi psiko-konseling pendidikan dalam penelitian ini telah dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan mereka sendiri dan kesehatan janin.
Dalam Penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan pemberdayaan pranatal dan perawatan diri memungkinkan ibu mengalami lebih sedikit komplikasi dalam periode kehidupan mereka ini. Selain itu juga dapat mengurangi kecemasan dan depresi. Dengan demikian, psikoedukasi memberikan kesempatan yang sangat baik untuk mendidik dan konseling ibu hamil untuk mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dan kesejahteraan psikologis.
Penulis : Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R





