Universitas Airlangga Official Website

Efektivitas Metilprednisolon Oral sebagai Terapi Adjuvan

Ilustrasi minum obat (foto: tribun)
Ilustrasi minum obat (foto: tribun)

Penelitian ini menganalisis efektivitas metilprednisolon dalam memperbaiki penyakit kuning, kadar bilirubin, tes fungsi hati, dan biomarker inflamasi pada bayi dengan kolestasis.

Penelitian ini merupakan penelitian RCT dengan uji coba kelompok paralel acak terkontrol secara aktif. (registrasi ISRCTN45080388) terlaksana dari November 2022 hingga Mei 2023 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Bayi berusia 14 hari hingga 3 bulan, dengan kolestasis dengan tinja yang pucat, urin berwarna gelap, dan hepatomegali ikut serta dalam uji coba ini. Partisipan secara acak mendapatkan metilprednisolon 2 mg/kg/hari dua kali sehari atau plasebo dua kali sehari selama dua minggu. Memberikan asam ursodeoksikolat (10 mg/kg) kepada semua partisipan tiga kali sehari. Pemeriksaan klinis dan laboratorium (bilirubin direk dan total, Aspartate aminotransferase (AST), Alanine transaminase (ALT), Gamma-glutamil transferase (GGT), dan biomarker inflamasi) pada saat awal dan setelah pengobatan selama 2 minggu. Pengukuran biomarker inflamasi (IL-2, IL-4, IL-6, IL-10, IFN-γ, TGF-β, dan ANCA) dilakukan dengan menggunakan enzyme-linked immunoassay. Distribusi data melalui proses normalitasnya. Analisis berjalan dengan menggunakan SPSS ver. 21 dengan p signifikan <0,05.

Secara keseluruhan, ada 40 partisipan yang telah acak ke dalam kelompok metilprednisolon (n = 20; usia rata-rata 8,39 ± 3,11 minggu) dan plasebo (n = 18; 2 putus studi; usia rata-rata 8,98 ± 2,80 minggu). Pada awal, pengobatan metilprednisolon dan kelompok plasebo secara signifikan berbeda dalam hal jenis kelamin (p = 0,02). Tetapi, tidak dalam hal klinis, pemeriksaan laboratorium, atau biomarker inflamasi. Kelompok metilprednisolon memiliki bilirubin direk 8,36 ± 4,84 mg/dL; bilirubin total 10,40 (2,70-33,25) mg/dL; AST 187,05 (42,00-911,00) U/L; ALT 170,43 ± 134,43 U/L; IL-2 171,29 (73.70-378.57) ng/L; IL-4 119.57 ± 59.69 ng/L; IL-6 71.74 ± 29.83 ng/L; IL-10 138.15 ± 70.62 ng/L; IFN-γ 42.54 ± 12.17 ng/L; TGF-β 316.58 (163.68-606.16) ng/L; ANCA 1.70 (0.66-3.25) ng/L. Setelah dua minggu pengobatan, kadar bilirubin direk, bilirubin total, AST, IL-10, dan IFN-γ secara signifikan lebih rendah pada kelompok metilprednisolon (p <0,05) dibandingkan dengan kelompok plasebo. Tidak ada laporan efek samping yang serius.

Metilprednisolon berkhasiat menurunkan kadar bilirubin 2 minggu. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa proses imunologi terlibat dalam kolestasis. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar. Guna mengkonfirmasi efek antiinflamasi saluran empedu dari metilprednisolon pada kolestasis. Sebagai peluang terapi baru untuk mencegah proses imunopatologis kolestasis menjadi atresia bilier.

Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/effectiveness-of-oral-methylprednisolone-as-adjuvant-therapy-for-

Baca juga: Tantangan dan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan Resistensi Obat pada ODHIV