Universitas Airlangga Official Website

Efektivitas Penerapan Tata Ruang Kantor Terhadap Kinerja Karyawan Perumda Air Minum Tirta Lestari Kabupaten Tuban

Foto by PDAM Tirta Bhagasasi

Kantor merupakan tempat interaksi dan berkumpulnya orang-orang yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama sehingga terbentuklah sebuah organisasi. Suatu kantor akan ditata dan dikelola dengan memperhatikan bagian-bagian dalam organisasi tersebut. Dengan demikian, setiap bagian dapat melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik. Tata ruang kantor merupakan kebutuhan penting dan harus diperhatikan oleh perusahaan. Firma arsitektur internasional, (Gensler 2005) menyoroti dampak keuangan dari kantor yang dirancang dengan buruk yang mengklaim bahwa kantor yang dirancang dengan buruk dapat menelan biaya bisnis Inggris hingga £135 miliar setiap tahun. Penelitian oleh Gensler (2005) mengidentifikasi dampak lingkungan kerja kantor terhadap peningkatan produktivitas (berpotensi meningkat 19 persen) dan kepuasan kerja (79 persen responden menghubungkan lingkungan mereka dengan kepuasan kerja mereka).

Menurut Kusumawardhany et al (2018) “Penataan tata ruang kantor yang baik juga akan memperlancar arus komunikasi dan memudahkan pimpinan dalam melakukan pengawasan. Dengan memperhatikan unsur-unsur dalam penataan ruang kantor maka tujuan organisasi dapat tercapai seperti mengharapkan”. Menurut Anggraeni dan Yuniarsih (2017) tata ruang kantor berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja pegawai. Penelitian ini menunjukkan bahwa jika kondisi tata ruang kantor diperbaiki maka efektifitas kerja pegawai akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk membutuhkan perencanaan dalam penataan ruang kantor. Penataan ruang kantor yang tidak baik akan mengakibatkan tidak efektifnya kinerja karyawan. Karyawan akan merasa kurang nyaman dan cepat lelah jika bekerja di ruang kantor yang tidak memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja.

Menurut Ridwan dkk. (2018), berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, disimpulkan bahwa kinerja pegawai pada kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari indikator jumlah pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kehadiran, dan kemampuan bekerja sama. Menurut Al Habib dan Suratman (2018), hasil analisis menyatakan bahwa tata ruang kantor berpengaruh terhadap kinerja pegawai sekretariat pada kantor DPRD Kabupaten Nganjuk, sehingga apabila tata ruang kantor yang ada sudah baik dan sesuai akan meningkatkan kinerja pegawai. Penataan ruang adalah penataan peralatan dan perlengkapan kantor sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesulitan dan hambatan arus lalu lintas pekerjaan dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Ida Bagus et al., 2016).

Penataan tata ruang kantor yang lebih baik akan mempengaruhi kepuasan karyawan dan meningkatkan produktivitasnya. Hasilnya, dapat meningkatkan kinerja mereka sesuai dengan tujuan perusahaan. Hal ini dapat diartikan bahwa penerapan tata ruang kantor sangat penting dan berdampak pada optimalisasi kinerja pegawai kantor perusahaan. Penelitian ini akan difokuskan di Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Tirta Lestari Kabupaten Tuban. Perusahaan ini disediakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang jasa dan penyedia jasa air bersih untuk wilayah Tuban. Oleh karena itu tertarik untuk mengamati pelaksanaan tata ruang kantor pada bagian umum dan mengetahui pelaksanaan tata ruang kantor.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penelitian yang diklaim menghubungkan tata ruang kantor dengan produktivitas penghuni. Isu kantor terbuka vs. kantor seluler, serta kesesuaian lingkungan kantor dengan kebiasaan kerja yang berbeda, akan dibahas selama diskusi tata ruang kantor. Penelitian terdahulu diambil dari referensi artikel atau jurnal yang masih relevan dengan penelitian ini.

Penelitian Gensler (2005) menyoroti pengaruh lingkungan kerja kantor terhadap peningkatan produktivitas dan kepuasan kerja. Dia melakukan jajak pendapat terhadap 200 manajer menengah dan senior di industri hukum, media, dan keuangan. Namun, perlu dicatat bahwa ukuran sampelnya kecil, dan sampel mengevaluasi penilaian profesional daripada data produktivitas langsung. Terakhir, biaya £135 miliar untuk perusahaan Inggris didasarkan pada peningkatan 19% dalam nilai tambah bruto industri jasa Inggris. Sementara biaya nyata dari hilangnya produktivitas masih bisa diperdebatkan, Gensler melihat kebutuhan yang pasti akan penelitian tentang hubungan antara produktivitas dan arsitektur kantor. Studi ini menyoroti kerumitan yang harus dihadapi peneliti untuk membangun hubungan antara arsitektur kantor dan produktivitas melalui penilaian literatur yang ringkas.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan cara mendeskripsikan, menjelaskan, dan menganalisis data yang diperoleh dari lokasi penelitian kemudian menarik kesimpulan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Lokasi penelitian adalah Bagian Umum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Lestari Kabupaten Tuban yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 34, Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan

Penulis : Lydia Apriliani, Muhammad Ibnu Sina, Amaliyah

Link Jurnal:  https://myjms.mohe.gov.my/index.php/AJoBSS/article/view/19914