Universitas Airlangga Official Website

Ekspektasi dan Kepuasan Pengunjung Muda Tiongkok terhadap Simbolisme Citra Karya Kaligrafi Longmen

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kaligrafi Longmen merupakan salah satu pencapaian penting dalam perkembangan kaligrafi Weibei dan memiliki nilai historis, budaya, serta estetika yang tinggi. Sebagai bagian dari warisan budaya Tiongkok, kaligrafi tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai bentuk seni yang memiliki berbagai simbol dan makna visual. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi muda untuk mempelajari kaligrafi mengalami penurunan. Keterbatasan waktu belajar, sumber daya pendidikan, serta metode pembelajaran yang kurang menarik menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi rendahnya keterlibatan generasi muda terhadap seni kaligrafi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai preferensi generasi muda terhadap karakteristik visual dan simbolik karya kaligrafi menjadi penting untuk meningkatkan ketertarikan mereka terhadap pembelajaran dan apresiasi kaligrafi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspektasi dan tingkat kepuasan pengunjung muda Tiongkok terhadap simbolisme visual pada karya kaligrafi Longmen. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kaligrafi yang paling menarik bagi generasi muda serta merumuskan strategi untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam mempelajari dan mengapresiasi kaligrafi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner. Responden terdiri atas 407 pengunjung muda berusia 18–25 tahun yang mengunjungi Longmen Grottoes. Lima karya kaligrafi Longmen dipilih sebagai objek penelitian, yaitu Bei Hai Wang Yuan Xiang, Shi Ping Gong, Zheng Chang You, Ci Xiang, dan He Lan Han. Analisis data dilakukan menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan tingkat kepentingan atau ekspektasi pengunjung dengan tingkat kepuasan mereka terhadap berbagai karakteristik simbolisme visual.

Simbolisme visual yang dianalisis mencakup karakteristik struktur tulisan, teknik goresan, gaya kaligrafi, serta makna yang terkandung dalam karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda cenderung lebih tertarik pada karakteristik yang memiliki daya tarik visual kuat dan mudah dipahami secara simbolis. Goresan yang kuat, bentuk kontur huruf yang berbeda, serta unsur keagamaan dan informasi historis merupakan beberapa karakteristik yang memperoleh tingkat kepentingan dan kepuasan yang tinggi pada beberapa karya. Sebaliknya, karakteristik yang bersifat lebih teknis dan abstrak, seperti keteraturan struktur huruf, posisi pusat huruf, serta distribusi goresan, cenderung memiliki kesenjangan antara ekspektasi dan kepuasan. Hal ini menunjukkan bahwa aspek-aspek tersebut mungkin membutuhkan pengetahuan dan kemampuan apresiasi kaligrafi yang lebih tinggi agar dapat dipahami oleh pengunjung muda.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa aksesibilitas makna simbolis memiliki peran penting dalam membentuk ketertarikan generasi muda terhadap karya kaligrafi. Unsur visual yang jelas dan memiliki keterkaitan dengan makna budaya atau narasi historis lebih mudah menarik perhatian dan dipahami oleh pengunjung. Sebaliknya, karakteristik yang bersifat abstrak dan membutuhkan pengetahuan khusus cenderung kurang mudah diapresiasi. Oleh karena itu, penyajian kaligrafi di kawasan warisan budaya perlu dilengkapi dengan media interpretasi yang lebih menarik dan mudah dipahami, seperti panel informasi, panduan digital, media interaktif, serta penjelasan mengenai sejarah dan makna simbolis karya.

Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam bidang seni kaligrafi, warisan budaya, persepsi pengunjung, dan pendidikan. Secara teoritis, penelitian memperkenalkan konsep simbolisme visual kaligrafi dalam kajian persepsi pengunjung serta menerapkan Importance-Performance Analysis dalam konteks apresiasi kaligrafi dan warisan budaya. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pengelola situs warisan budaya dan pendidik kaligrafi untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan interpretasi yang lebih sesuai dengan karakteristik generasi muda. Dengan membuat makna visual, sejarah, dan budaya kaligrafi lebih mudah diakses dan dipahami, diharapkan minat generasi muda terhadap pembelajaran serta pelestarian kaligrafi Tiongkok dapat meningkat.