UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) mempelajari pengolahan air baku serta sistem pengawasan kualitas air melalui program magang. Mereka melaksanakan magang pada 18 September – 18 Oktober 2026 di PDAM Surya Sembada, Surabaya.
Tim magang tersebut beranggotakan Reza Ranidia Rahim, Riqqah Qonita Arisanti, Aqila Jihan Mahdiyyah Syaroni, Adiba Lutfilah Nabil Ahza, dan Reyva Lunarcaustic Imam Putri. Fokus utama yang mereka amati adalah penerapan sistem Zona Air Minum Prima (ZAMP) yang memanfaatkan air dari Sungai Jagir.

Mengenal Sistem Zona Air Minum Prima (ZAMP)
Reza, perwakilan tim, menjelaskan bahwa ZAMP merupakan program penyediaan air dengan kualitas standar air minum sehingga dapat dikonsumsi secara langsung. Berbeda dengan pengolahan air biasa, sistem ZAMP terdapat pengawasan dan pengolahan yang berkala dari aspek fisik, kimia, hingga mikrobiologi.
“Pada pengolahan ZAMP Kualitas air dijaga melalui proses pengolahan dan pemantauan secara berkala, didukung sistem distribusi menggunakan pipa berstandar food grade. Dengan demikian, ZAMP dirancang untuk menyediakan air yang dapat langsung diminum dari keran tanpa perlu melalui proses pengolahan tambahan di tingkat konsumen,” ujarnya.
Tahapan Pengolahan
Dalam prosesnya, air dari Sungai Jagir harus melewati rangkaian tahapan konvensional seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, hingga desinfeksi. Setiap tahapan pengolahan berlangsung dalam kendali secara tepat untuk membunuh zat pencemar serta kontaminasi bakteri Escherichia coli.
“Tantangan teknis terbesar adalah menjaga kualitas air hasil olahan agar tetap stabil dan konsisten di tengah perubahan kondisi air baku sungai yang fluktuatif. Karena itu, penyesuaian dosis pengolahan dan pengujian laboratorium berkala sangat krusial untuk menjaga keamanan air,” jelasnya.
Pengalaman magang ini memberikan wawasan bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan teori ilmu kimia dari bangku perkuliahan ke dalam industri nyata. Reza berpesan bagi mahasiswa lain untuk senantiasa mengambil kesempatan magang secara optimal.
“Manfaatkan kesempatan magang untuk memahami proses kerja secara menyeluruh dan jangan ragu untuk berdiskusi aktif dengan para profesional di lapangan. Harapannya, pengalaman magang dapat menjadi bekal untuk dunia kerja,” pungkasnya.
Penulis: Maulya Afifah Zahra
Editor: Ragil Kukuh Imanto
