Universitas Airlangga Official Website

Ekspresi HIF-1α dan VEGF pada Glioma Derajat Tinggi

ilustrasi tumor (foto: dok istimewa)

Glioma derajat tinggi adalah keganasan otak primer yang paling umum terjadi pada dewasa. WHO membagi glioma dalam derajat 1sampai 4, berdasarkan karakteristik mikroskopis dan tingkat keganasan. Glioma derajat 3 dan 4 di golongkan sebagai glioma derajat tinggi. Penelitian ini berfokus pada glioma derajat 4, yaitu astrocytoma derajat 4 IDH mutan, dan Astrocytoma derajat 4 IDH wildtype (glioblastoma IDH wildtype). Keduanya memiliki gambaran morfologi serupa, berupa proliferasi mikrovaskuler dan nekrosis, selain peningkatan seluleritas dan pleomorfisme inti. Astrocytoma derajat 4 IDH mutan dan IDH wildtype hanya dapat dibedakan melalui penentuan status IDH. Salah satu ciri morfologis astrocytoma derajat 4 adalah adanya proliferasi mikrovaskuler yang berasal dari proses angiogenesis. Angiogenesis sangat penting untuk pertumbuhan tumor. Proses angiogenesis diawali dengan adanya area  hipoksia pada tumor yang meningkatkan ekspresi Hypoxia Inducible Factor-1α (HIF-1α), yang pada gilirannya merangsang ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). Dari uraian diatas tampak pentingnya mempelajari perbedaan ekspresi HIF-1α dan VEGF serta hubungan antara ekspresi HIF-1α dan VEGF pada kedua tumor tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berasal dari blok parafin dari jaringan operasi pasien yang didiagnosis astrocytoma derajat 4 di  Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2014 hingga Desember 2020. Kriteria inklusi adalah blok parafin dalam kondisi baik, dengan sel tumor yang representatif untuk diamati. Kriteria eksklusi adalah pasien berusia kurang dari 18 tahun. Didapatkan sample sebanyak 43 blok parafin yang memenuhi kliteria inklusi dan ekslusi.

Sampel kemudian dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan IDH1 R132H untuk menentukan status IDH. IDH dinilai positif jika terpulas pada >10% sel tumor, sebaliknya negatif jika <10%. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pulasan imunohistokimia menggunakan HIF-1α dan VEGF. Ekspresi HIF-1α dan VEGF dievaluasi secara semi-kwantitatif menggunakan skor imunoreaktif (IRS), dengan mengalikan skor persentase sel tumor yang terpulas dengan skor intensitas pulasan,dan dikategorikan sebagai negatif, lemah, sedang, dan kuat.

Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS. Tes Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan ekspresi HIF-1α dan VEGF pada pada astrocytoma derajat 4, IDH mutan dan IDH wild type. Tidak didapatkan perbedaan ekspresi HIF-1α dan VEGF pada kedua jenis tumor. Korelasi HIF-1α dan VEGF pada astrositoma IDH mutan derajat 4 dan IDH wild type dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil korelasi dianggap signifikan jika nilai p kurang dari 0,05.

Penelitian ini sesuai  sebelumnya menunjukkan bahwa astrocytoma derajat 4 lebih sering terjadi pada laki-laki dan pada kelompok usia di atas 50 tahun. Secara keseluruhan astrocytoma derajat 4 lebih banyak terjadi pada kelompok usia diatas 50 tahun, hal ini dikarenakan proses penuaan meningkatkan imunosupresi pada sirkulasi dan SSP, yang berkontribusi terhadap perkembangan sel glioblastoma. IDH mutan cenderung terjadi pada usia yang lebih muda, meskipun hubungan antara mutasi IDH dan usia belum sepenuhnya dipahami.Konsisten dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa glioblastoma IDH wild type lebih umum terjadi dibanding dengan astrocytoma derajat 4 IDH mutan.

Penelitian ini mengamati tidak ada perbedaan ekspresi HIF-1α antara kelompok IDH mutan dan wild type, meski begitu ekspresi HIF-1α dan status mutasi IDH sama-sama dapat menjadi indikator prognostik pada astrocytoma derajat 4. Mutasi IDH dapat berkontribusi pada karsinogenesis awal glioblastoma dengan menginduksi jalur HIF-1α.

Ekspresi VEGF yang tinggi terkait dengan sifat tumor yang lebih agresif, peningkatan pertumbuhan tumor, dan peningkatan invasi. Khusus pada tumor glial, terjadi peningkatan ekspresi VEGF dibandingkan normal. Namun tidak terdapat perbedaan ekspresi VEGF pada glioma derajat tinggi dan derajat rendah. Penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan ekspresi VEGF pada kelompok IDH mutan dan wild type. Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda, mengungkapkan bahwa ekspresi VEGF secara nyata lebih rendah pada IDH tipe mutan dibandingkan IDH wild type.

Penelitian ini menunjukkan bahwa HIF-1α dan VEGF berkorelasi positif pada astrocytoma derajat 4, tanpa memperhatikan status IDH. Hal ini menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut  berperan penting dalam proses angiogenesis astrocytoma derajat 4. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam peran dan interaksi antara HIF-1α, VEGF, dan status IDH dalam perkembangan glioma, terutama astrocytoma derajat 4.

Penulis : Febria Rizky Patikawa, Dyah Fauziah, Willy Sandhika.

Judul artikel : HIF-1α and VEGF  Expression in High derajat Glioma

Link artikel : https://doi.org/10.5530/pj.2024.16.