Universitas Airlangga Official Website

Ekspresi Keluarga gen MAGE A pada Pasien Kanker Paru

Ilustrasi Kanker paru. (Foto: tirto.id)
Ilustrasi Kanker paru. (Foto: tirto.id)

Kanker paru-paru merupakan kanker terbanyak dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia. Di Amerika Serikat, kanker paru-paru dan bronkus diperkirakan menjadi kasus terbanyak kedua setelah kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita. Dengan angka kejadian hingga mencapai 238 ribu kasus baru pada tahun 2023. Selain itu, kanker ini juga merupakan penyebab kematian akibat kanker, baik pada wanita maupun pria. Dengan perkiraan kejadian 127 ribu kematian.

Sebagian besar pasien kanker paru-paru terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga sulit untuk diobati. Sayangnya, tingkat keberhasilan terapinya rendah sehingga menyebabkan kematian pasien. Hal tersebut karena pasien tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Gejala tersebut baru muncul dan baru dapat dirasakan setelah kanker sudah mencapai stadium lanjut dan pasien mempunyai prognosis yang buruk. Selain itu, angka harapan hidup penderita kanker paru sangat rendah. Hanya sekitar 16% yang bertahan hidup hingga 5 tahun meskipun telah mendapat pengobatan, termasuk pembedahan. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun pada pasien dengan stadium lanjut (stadium IV) hanya kurang dari 10%. Oleh karena itu, metode skrining dan diagnosis yang tepat dengan pendekatan molekuler untuk mendeteksi ekspresi gen dapat meningkatkan akurasi diagnosis dini dan prognosis pasien.

Penentuan jenis dan stadium kanker paru secara histopatologis sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam memilih pengobatan yang tepat sehingga mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup. Saat ini pemeriksaan histopatologi merupakan standar baku emas untuk diagnosis kanker paru. Biopsi dengan panduan computerized tomography (CT) umumnya dianggap sebagai teknik yang berguna untuk mengumpulkan jaringan dari tumor paru-paru sebagai prosedur diagnostik histopatologi. Namun, teknik ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti pneumotoraks dan perdarahan intrapulmoner. Selain itu, panduan CT biasanya digunakan untuk mendiagnosis kanker paru perifer.

Untuk tumor paru sentral, pengambilan jaringan paru biasanya dilakukan dengan menggunakan bronkoskopi, seperti biopsi dengan forsep (FB) atau bronchoalveolar lavage (BAL). FB telah dilakukan untuk mengumpulkan spesimen paru-paru untuk mendiagnosis keganasan dengan komplikasi minimal. Secara umum, bronkoskopi dengan FB dan BAL merupakan teknik yang aman dan memungkinkan diperolehnya spesimen untuk pemeriksaan histopatologi.

Namun, metode ini bersifat invasif dan terkadang menemui kendala, seperti jumlah sel yang tidak memadai untuk diagnosis histopatologis. Selain itu, terdapat juga peningkatan risiko perdarahan pada jaringan kanker yang sangat rapuh. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan molekuler untuk menunjang pemeriksaan histopatologi.

Ekspresi gen MAGE A berhubungan dengan kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen MAGE A dapat ditemukan pada dahak paru dan berkorelasi dengan keberadaan sel kanker paru atau sel prakanker. Enam subtipe MAGE A1 hingga MAGE A6 dapat terindentifiksi pada pada spesimen dari “bronchial washing” dari tumor paru perifer. Hal tersebut menunjukkan bahwa profil ekspresi gen MAGE A1 hingga MAGE A6 adalah metode yang berguna untuk diagnosis kanker paru-paru. Oleh karena itu, deteksi profil 10 subtipe gen MAGE A1 hingga MAGE A10

dapat meningkatkan akurasi diagnosis tumor paru dibandingkan dengan standar baku emasnya yaitu diagnosis histopatologi.

Di sini, kami melaporkan profil ekspresi keluarga subtipe MAGE A dalam spesimen FB dan BAL yang dikumpulkan dari pasien tumor paru sentral. Termasuk 10 subtipe MAGE A dari MAGE A1 hingga MAGE A10, 6 subtipe MAGE A dari MAGE A1 hingga MAGE A6, dan ekspresi gen tunggal MAGE A. Profil ekspresi dianalisis lebih lanjut untuk hubungannya dengan pemeriksaan histopatologi baik pada spesimen yang ditemukan sel ganas maupun pada spesimen yang tidak ditemukan sel ganas.

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gen MAGE A1 sampai MAGE A10 diekspresikan sangat tinggi pada spesimen FB dan BAL dari pasien dengan tumor paru sentral yaitu sekitar 80% untuk gen MAGE A1 hingga MAGE A10 dan 21,3% untuk gen MAGE A1 hingga MAGE A. Ekspresi gen MAGE A8, MAGE A9, dan MAGE A10 adalah yang paling sering ditemukan. Pada spesimen FB yang didiagnosis tanpa sel ganas, gen MAGE A1 sampai MAGE A10 ditemukan positif sekitar 88,9% dan MAGE A1 sampai MAGE A6 ditemukan positif sekitar 5,6%. Pada seluruh spesimen BAL terdiagnosis tidak ditemukan sel ganas, namun MAGE A1 hingga MAGE A10 ditemukan positif sekitar 83,7% dan MAGE A1 hingga MAGE A6 ditemukan positif sekitar 20,9%.

Kesimpulan dari penelitian kami adalah keluarga gen MAGE A diekspresikan sangat tinggi pada pasien tumor paru sentral dari spesimen FB dan BAL, bahkan pada spesimen yang didiagnosis tidak memiliki sel ganas. Semua spesimen BAL didiagnosis tidak memiliki sel ganas, tetapi keluarga gen MAGE A ditemukan lebih dari 80% spesimen. Pengamatan ini menunjukkan bahwa menggabungkan pemeriksaan histopatologi dan molekuler dapat meningkatkan diagnosis keganasan paru.

Link artikel pada web jurnal: https://journal.waocp.org/article_90967.html

Baca juga: Raih Penghargaan, Peneliti UNAIR Temukan Senyawa Penghambat Sel Kanker