Universitas Airlangga Official Website

Kontrol PID Agregator EV untuk C-FCAS

ilustrasi Electric Vehicle (sumber: AAA living)

Mengintegrasikan pengisian Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) ke dalam jaringan listrik melalui agregator EV sangat penting. Itu penting karena dapat menawarkan manfaat yang menjanjikan bagi masyarakat untuk solusi energi yang andal, berkelanjutan, dan hemat biaya. Aspek kunci dari integrasi ini adalah kemungkinan penyediaan Layanan Tambahan Kontrol Frekuensi Kontinjensi (C-FCAS). Meskipun kendaraan listrik terutama melayani kebutuhan transportasi pemilik. Namun, kendaraan listrik harus kembali ke posisi idle dengan State of Charge (SoC) yang memuaskan setelah memberikan dukungan frekuensi jika terjadi keadaan darurat. Namun, penerapan kendali agregator kendaraan listrik yang terhubung ke jaringan listrik di dunia nyata untuk C-FCAS sangatlah kompleks dan menantang karena beberapa faktor. Faktor-faktor itu termasuk ketidakpastian, besaran gangguan, penetrasi energi terbarukan, dan SoC kendaraan listrik. Untuk menerapkan C-FCAS dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, makalah ini menyajikan pendekatan kontrol PID yang kuat untuk agregator EV.

Tujuannya adalah untuk mengelola unit EV yang bersedia berpartisipasi secara efektif, memastikan dukungan regulasi frekuensi, stabilitas sistem, dan kelancaran kembali ke posisi idle. Strategi ini memanfaatkan pendekatan optimasi multi-tujuan berurutan dengan dua tujuan utama. Pertama untuk memitigasi gangguan frekuensi yang timbul karena kontinjensi. Kedua untuk memulihkan pelepasan daya unit EV ke nol setelah periode waktu kritis. Algoritme Sequential Multi-objective Optimization (SMO) mengoptimalkan parameter kontrol dalam beragam skenario dan ketidakpastian. Hasil simulasi memvalidasi efektivitas strategi yang diusulkan. Strategi pengendalian oleh agregator EV berhasil menangani berbagai kondisi pasar dan ketidakpastian, memastikan regulasi frekuensi yang andal. Peluang layanan ini akan meningkatkan pendapatan pemilik kendaraan listrik dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi sekaligus membantu menjaga integritas pengoperasian sistem.

Dalam penelitian ini, penerapan teknik SMO untuk agregator EV sebagai C-FCAS telah berhasil. Melalui investigasi ekstensif, telah ada penemuan bahwa kombinasi SMO dengan Pattern Search (PS) menghasilkan kinerja yang lebih unggul daripada kombinasi lainnya yaitu SMO-SQP, SMO-Simplex, dan SMO-IP. Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk meminimalkan penyimpangan frekuensi sistem selama kejadian darurat. Namun, telah terbukti bahwa teknik SMO juga memastikan bahwa agregator EV kembali ke kondisi idle setelah memberikan layanan yang perlu ada ke jaringan listrik. Agregator EV bertindak sebagai teknologi penstabil dengan secara efektif memitigasi penyimpangan frekuensi. Hal ini memungkinkan generator mengalami transisi pemuatan yang mulus, memanfaatkan jendela waktu substansial yang agregator EV sediakan. Transisi pemuatan yang lancar ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keandalan jaringan.

Penulis: Herlambang Setiadi, Ph.D

Unit kerja: Prodi Teknik Elektro, FTMM-Unair

BACA JUGA: Resistensi Antimikroba pada Campylobacter dari Steak Sapi