Karies gigi yang tidak segera dilakukan perawatan dapat menyebabkan infeksi jaringan saraf atau jaringan pulpa gigi. Apabila jaringan pulpa gigi mengalami infeksi dan gigi ingin dipertahankan, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi. Ekstirpasi jaringan pulpa adalah pengambilan jaringan pulpa yang sudah terinfeksi dimana ini merupakan bagian dari tahap perawatan saluran akar yang termasuk dalam tahap preparasi saluran akar. Pada saat perawatan saluran akar dapat terjadi flare up. Flare up adalah terjadinya rasa nyeri, bengkak atau keduanya selama perawatan saluran akar yang menyebabkan pasien melakukan kunjungan yang tidak terjadwal ke dokter gigi. Rasa nyeri yang hebat atau pembengkaan pada saat perawatan saluran akar merupakan masalah yang serius.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan kejadian flare up berkisar antara 3% – 58%% selama perawatan saluran akar dan frekwensi tertinggi flare up terjadi 24 jam setelah perawatan saluran akar. Apabila flare up ini dihubungkan dengan diagnosa jaringan pulpa, ternyata menurut penelitian yang telah dilakukan hasilnya masih berbeda-beda. Ada yang mengatakan flare up lebih terjadi pada gigi dengan pulpa normal dan ada juga yang mengatakan flare up lebih terjadi pada gigi dengan pulpa yang terinflamasi. Ternyata hubungan antara terjadinya flare up dengan diagnosa jaringan pulpa masih kontroversi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan terjadinya flare up secara imunohistokimia pada pulpa normal dan pulpa terinflamasi yang dilakukan ekstirpasi berdasarkan ekspresi TNFα dan HSP10 pada sel makrofak dan NaV1.7 pada sel saraf
Metode dan Hasil
Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dilakukan dengan menggunakan 15 tikus Spraque Dawley sebagai subyek yang dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari masing-masing lima subjek yaitu: kelompok kontrol, kelompok pulpa normal yang diekstirpasi, dan kelompok pulpa terinflamasi (pemberian LPS bakteri phorphyromonas ginggivalis) yang diekstirpasi. Sampel diambil dari daerah sepertiga apikal gigi insisivus rahang bawah dan diperiksa menggunakan metode imunohistokimia. Terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi TNFα, HSP10 dan NaV1.7 antara kelompok kontrol, kelompok pulpa normal yang diekstirpasi dan kelompok pulpa terinflamasi yang diekstirpasi (p <0,05), sedangkan pada kelompok pulpa terinflamasi yang dilakukan ekstirpasi terdapat peningkatan yang bermakna pada HSP10 sedangkan ekspresi TNFα dan NaV1.7 terjadi penurunan yang bermakna. Ekstirpasi jaringan pulpa akan berpotensi menyebabkan flare up yang lebih tinggi pada pulpa normal dibandingkan dengan pulpa terinflamasi.
Penulis: Galih Sampoerno, Nirawati Pribadi, Arvia Diva Firstiana, Rijaal Daffa Ahmada
Informasi detail dari riset dapat dilihat pada:
https://www.echemcom.com/?_action=press&issue=-1
Galih Sampoerno, Nirawati Pribadi, Arvia Diva Firstiana, Rijaal Daffa Ahmada (2023). Expression of tnfα, hsp10, and nav1.7 in normal and inflamed dental pulp after pulp tissue extirpation. Eurasian Chemical Communication.





