Masalah kesehatan masyarakat global akibat penyakit menular masih terus berlanjut. Penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dapat menimbulkan gangguan gastrointestinal, infeksi kulit, serta infeksi nosokomial. Munculnya strain yang resisten terhadap antibiotik telah memperluas penyebaran penyakit tersebut dalam jangka waktu yang panjang, sehingga meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, serta biaya perawatan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan agen antimikroba alternatif dengan dosis lebih rendah namun memiliki efisiensi yang lebih tinggi.
Nanoteknologi menawarkan pendekatan baru melalui pemanfaatan material berskala nano (1–100 nm) untuk meningkatkan kebersihan permukaan. Penggunaan material berskala nano memungkinkan terjadinya pembersihan permukaan secara volumetrik dengan reaktivitas dan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi. Nanopartikel logam, seperti seng oksida, perak, dan emas, memiliki potensi besar untuk aplikasi biomedis. Di antara berbagai jenis nanopartikel tersebut, nanopartikel perak (AgNP) menjadi perhatian utama karena sifat antibakteri, antijamur, dan antivirusnya yang unggul.
Sintesis hijau merupakan metode ramah lingkungan dan terjangkau yang menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai agen pereduksi sekaligus penstabil dalam pembentukan nanopartikel. Ekstrak biji anggur (Grape Seed Extract, GSE), yang mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, polifenol, dan tanin, berperan dalam proses pelapisan serta pelarutan nanopartikel. Sintesis hijau berbantuan gelombang mikro telah berhasil digunakan untuk menghasilkan AgNP. Keberadaan nanopartikel ini dikonfirmasi melalui analisis spektral UV-Vis yang menunjukkan puncak serapan pada rentang 400–440 nm.
Sifat antibakteri AgNP yang dimediasi GSE kemudian dibandingkan dengan terapi iradiasi laser biru (405 nm) maupun dengan AgNP tunggal terhadap S. aureus dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 mM, AgNP mampu mencapai tingkat fotoinaktivasi bakteri sebesar 87,60% terhadap E. coli dan 91,60% terhadap S. aureus. Bakteri Gram-negatif (E. coli) dan Gram-positif (S. aureus) menunjukkan tingkat resistensi antibakteri yang berbeda, dipengaruhi oleh perbedaan struktur dinding selnya.
Temuan ini membuktikan bahwa GSE-AgNP berpotensi sebagai fotosensitizer yang efektif dalam terapi fotodinamik antimikroba. Selain itu, pendekatan ini juga menawarkan metode ramah lingkungan yang menjanjikan untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik di masa depan.
Penulis : Suryani Dyah Astuti
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





