UNAIR NEWS – Sebagai langkah dalam menyongsong generasi muda yang berkarakter, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Pelatihan Karakter Mahasiswa Baru. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) di Lt 9, Aula Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C UNAIR. Kegiatan tersebut menyasar mahasiswa baru angkatan 2026 FIB UNAIR dengan menghadirkan materi dari dua narasumber beserta ruang diskusi interaktif.
Ketua pelaksana sekaligus Dosen FIB UNAIR, Rima Firdaus S Hum M Hum, menyebut pentingnya masa transisi dari bangku sekolah menengah menuju perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa baru harus mulai melatih pola berpikir kritis dan meninggalkan mentalitas semasa SMA. “Sejak dulu, mahasiswa itu dikenal sebagai agen perubahan. Generasi yang mampu berpikir kritis dan memberikan solusi atas segala macam persoalan,” ungkapnya.

Titik Awal Menuju Mentalitas Pemenang
Senada dengan Rima, Ketua Unit Pengembangan Prestasi Mahasiswa dan Kewirausahaan (UPPMK) FIB UNAIR, Usma Nur Dian Rosyidah SS MA, menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi titik awal perjalanan sebagai mahasiswa. Gelaran ini melatih mahasiswa untuk membangun mentalitas tangguh selaras dengan prinsip UNAIR yakni Excellence with Morality. “Anda tahu bahwa ini adalah titik awal Anda untuk belajar bagaimana memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, ia turut menggaungkan mentalitas pemenang kepada mahasiswa. Harapannya, mahasiswa tidak sekadar keluar dengan catatan materi dan tugas selepas acara. Melainkan juga karakter unggul yang ikut membersamai baik dalam lingkup diri sendiri, institusi, hingga keluarga.
Demi mewujudkan pembinaan karakter secara penuh, kegiatan berlanjut pada program pelatihan kepemimpinan. Krgiatain terlaksana seperti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Tingkat Dasar (LKMM Pra-TD) sebagai komitmen dari program UPPMK. Dian menegaskan bahwa serangkaian agenda tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan seputar karakter, kesehatan mental, serta finansial.
Dorong Kemandirian Akademik
Selain pelatihan karakter, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai dinamika kehidupan perkuliahan. Dari kemandirian akademik hingga adaptasi emosional, Dewi Meyrasyawati, SS MA MHum PhD, Wakil Dekan III FIB UNAIR, mengajak mahasiswa baru memahami berbagai perubahan signifikan yang akan mereka hadapi selama menjadi bagian dari civitas akademika UNAIR. “Tanggung jawab bertambah dari SMA ke universitas. Ini bukan sekadar perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa, melainkan banyak hal yang berkembang dalam diri kalian,” ujarnya.
Peralihan peran dari seorang murid sekolah menengah menjadi mahasiswa berasal dari proses perkembangan yang melibatkan kognitif, kondisi biologis, hingga emosional secara signifikan. Kini, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam menentukan arah, beradaptasi di lingkungan sosial, serta mengolah kompleksitas tanggung jawab akademik.
“Harapan masyarakat kepada kalian sangat luar biasa, baik secara langsung maupun di media sosial. Ditambah lagi dengan beratnya tuntutan akademis sebagai seorang mahasiswa,” pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah Putri I.
Editor: Ragil Kukuh Imanto
