UNAIR NEWS – Mengasah keterampilan ortopedi hingga belajar langsung dari para trainer senior kelas internasional, sebanyak 20 dokter hewan dari berbagai penjuru Indonesia mengikuti seminar dan workshop Basic Orthopedic di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan hasil kolaborasi dengan BlueSao Indonesia tersebut berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (11–13/9/2026).
Peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Bali, Lampung, hingga Yogyakarta. Menurut Dr Sineon Marcellino Tantono selaku pihak Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) UNAIR, Surabaya kini menjadi salah satu pusat perkembangan keilmuan dokter hewan di Indonesia. “Sekarang ini, Surabaya sudah jadi salah satu pusat perkembangan dokter hewan di Indonesia. Makanya, kami ingin acara semacam ini terus berlanjut, enggak cuma sekali ini saja,” ujarnya. Acara bermula dengan peresmian apotek veteriner, sebelum masuk ke rangkaian 12 materi seminar dan 6 materi workshop.

Praktik Dry Lab Plate dan Screw
Salah satu rangkaian workshop yang berlangsung adalah sesi dry lab, berlangsung pada hari kedua kegiatan, Sabtu (12/9/2026). Peserta mempraktikkan teknik plate and screw compression, buttress, dan bridging, menggunakan bone plastic yang mensimulasikan tulang radius, femur, humerus, dan tibia, trainer-trainer senior dari BlueSao mendampingi langsung sesi ini.
Selain teknik plate dan screw, peserta turut mendapat materi dasar penggunaan wire serta spinal. Seluruh materi dirancang sebagai fondasi sebelum peserta melangkah ke tingkat lebih lanjut.
Kolaborasi Perdana FKH UNAIR dan BlueSao
Kegiatan ini menjadi kolaborasi pertama antara FKH UNAIR dan BlueSao, sebuah perusahaan asal Hebei, China, yang awalnya berfokus pada peralatan ortopedi manusia sebelum membuka divisi khusus ortopedi hewan. Sebelumnya, BlueSao telah mengadakan pelatihan serupa di sejumlah kota besar, di antaranya IPB, Bali, Malang, Riau, dan Jakarta. Namun, UNAIR menjadi mitra baru yang BlueSao pilih untuk memperluas jangkauan pelatihannya di Indonesia.
Dr Yuli selaku pihak BlueSao mengatakan, kegiatan kali ini masih berada di level dasar, berbeda dengan pelatihan tingkat lanjutan yang pernah BlueSao selenggarakan sebelumnya, seperti spinal surgery di Bali dan TPLO sebanyak dua kali di IPB. Sebelum berkolaborasi dengan BlueSao, kegiatan pelatihan semacam ini biasanya dikelola sendiri oleh RSHP UNAIR di bawah koordinasi Dr Sineon.
Baik pihak FKH UNAIR maupun BlueSao berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. “Ini kerja sama pertama kami dengan UNAIR, dan semoga bukan yang terakhir. Kami berharap bisa diundang lagi ke sini,” kata dr Yuli.
Penulis: Farelnanda Ramadhani
Editor: Ragil Kukuh Imanto





