Universitas Airlangga Official Website

Fokus SDG Ke-8, KKN BBK 3 Badean Dorong Budidaya Mutiara

Kelompok KKN BBK 3 Universitas Airlangga di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, ketika mengikuti budidaya mutiara di lepas pantai Banyuwangi pada Senin, 22 Januari 2024. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) 3 Universitas Airlangga di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan pengalaman berharga semasa KKN. Mereka berkesempatan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat dengan berkunjung ke tempat budidaya mutiara di lepas pantai Banyuwangi. 

Selain menunjukkan komitmen mahasiswa UNAIR terhadap pengembangan ekonomi lokal, program itu juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yaitu “Decent Work and Economy Growth“.

Mengambil inspirasi dari keberhasilan sebelumnya dalam program Zero Stunting yang berfokus pada bidang kesehatan dan mendukung SDGs ke-2. Kelompok KKN BBK 3 Badean UNAIR kini beralih ke sektor budidaya mutiara sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal itu sejalan dengan semangat SDGs ke-8 yang menitikberatkan pada pentingnya menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ketua Kelompok KKN BBK 3 UNAIR di Desa Badean, Andaludzi, menuturkan bahwa budidaya mutiara di lepas pantai dapat meningkatkan peluang ekonomi. “Kami memiliki keyakinan bahwa mendukung budidaya mutiara di lepas pantai dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan memberikan pekerjaan layak bagi masyarakat lokal,” terang Andaludzi, ketua kelompok KKN BBK 3 Badean UNAIR 2024.

Kerang mutiara merupakan binatang laut yang sekaligus menjadi penghasil mutiara bernilai tinggi baik di pasar lokal maupun internasional. Kerang mutiara yang dibudidayakan di Banyuwangi terbagi menjadi dua jenis, yaitu kerang mutiara air tawar dan kerang mutiara air laut.

Pada 22 Januari 2024, Mahasiswa KKN BBK 3 Badean UNAIR mengunjungi budidaya kerang mutiara air laut yang terletak di lepas pantai Banyuwangi, tepatnya di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

Budidaya mutiara di wilayah ini juga memperhatikan SDGs 14 “Life Below Water” tanpa menggunakan bahan kimia, sehingga ekosistem perairan tidak tercemar polutan apapun. Hal ini menjadi syarat utama untuk keberhasilan budidaya mutiara dan membantu menjaga keberlanjutan ekosistem sekitar.

“Keputusan untuk tidak menggunakan bahan kimia sejalan dengan komitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Selain itu, juga menjaga kelestarian lingkungan, memberikan nilai tambah pada mutiara,” jelasnya.

Potensi ekonomi tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat, industri budidaya mutiara. Hal itu ke depan terus berkembang agar memberikan manfaat positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan aktif dari pemerintah setempat, termasuk program pelatihan dan bantuan teknis kepada petani laut, memperkuat pengembangan industri budidaya kerang mutiara secara berkelanjutan dan efisien.

Sementara itu, KKN BBK 3 Badean UNAIR juga turut serta dalam mendukung dan memperkenalkan pelaku industri di Badean kepada masyarakat umum. Melalui pengalaman berharga yang diperoleh selama KKN, mahasiswa belajar banyak hal yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka sendiri, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri lokal.

“Inisiatif ini menjadi wujud konkret dari upaya menggandeng berbagai pihak untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi seluruh komunitas,” pungkasnya.

Reporter: Danar Trivasya Fikri

Editor: Nuri Hermawan